BLK Balangan Gelar Pelatihan Tata Rias Wajah, Cetak SDM Kreatif dan Mandiri

Peserta Pelatihan Tata Rias Wajah BLK Balangan

BALANGAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskopukmnaker) Kabupaten Balangan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Balangan melaksanakan Pelatihan Tata Rias Pengantin/Wajah sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Pelatihan tata rias tersebut dilaksanakan secara intensif selama 18 hari kerja dan diikuti sebanyak 16 peserta. Senin 25/5/2026

Program pelatihan dirancang untuk memberikan pembekalan keterampilan praktis mulai dari K3 dalam usaha kecantikan, mempersiapkan serta tata cara berkomunikasi dengan calon pelanggan, teori dasar analisis wajah, teknik pemilihan kosmetik sesuai jenis kulit, hingga praktik aplikasi riasan seperti rias natural, hingga rias wajah dengan kondisi tertentu dan rias wajah untuk lansia.

Instruktur Tata Rias Kecantikan, Yulia Linda Pratiwi, S.Pd mengatakan bahwa fokus utama dalam pelatihan tidak hanya pada hasil riasan, tetapi juga pada higienitas alat serta etika profesi seorang penata rias.

“Fokus utama kami bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada higienitas alat dan etika profesi seorang penata rias,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 16 peserta, tingkat keberhasilan penyerapan materi mencapai sekitar 80 hingga 90 persen. Sebagian besar peserta dinilai sudah mampu melakukan teknik dasar tata rias secara mandiri.

“Hampir seluruh peserta kini telah mampu melakukan teknik dasar riasan secara mandiri. Meski demikian, masih ada beberapa aspek detail seperti teknik blending yang halus, pemasangan bulu mata yang presisi, bagian alis serta eyeliner yang masih memerlukan jam terbang tambahan,” jelasnya.

Menurut Linda, hal tersebut merupakan hal yang wajar karena dunia tata rias merupakan perpaduan antara teknik dan seni yang membutuhkan latihan berkelanjutan agar semakin sempurna.

Ia juga mengaku bangga dapat menjadi instruktur untuk pertama kalinya dalam kegiatan tersebut. Baginya, melihat perkembangan peserta dari yang awalnya canggung hingga mampu menghasilkan riasan yang anggun menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

“Menjadi instruktur untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang luar biasa menantang sekaligus membanggakan. Saya belajar bahwa mengajar bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga tentang kesabaran dalam menghadapi karakter dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda,” tuturnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta atau alumni mampu mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi peluang usaha mandiri di bidang jasa tata rias, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga maupun masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *