BALANGAN – Dokter Umum UGD RSDKH Balangan, Dr. Alif Rasyid Humanindio, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran hantavirus, yakni virus yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus kepada manusia.
Menurutnya, hantavirus terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Namun, tipe yang paling perlu diwaspadai di Indonesia adalah HFRS karena dapat menyerang ginjal dan menyebabkan gangguan serius pada tubuh.
“Hantavirus ini ditularkan dari tikus ke manusia. Gejalanya cukup berbahaya dan perlu dikenali sejak dini agar bisa segera mendapatkan penanganan medis,” ujar Dr. Alif.
Ia menjelaskan, gejala hantavirus umumnya terbagi dalam lima fase. Pada fase pertama atau masa inkubasi, gejala biasanya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah terpapar virus.
Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, hingga gejala yang menyerupai demam berdarah.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami manifestasi perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, urine berdarah, hingga batuk berdarah.
“Fase kedua ditandai dengan turunnya tekanan darah. Kemudian fase ketiga menjadi fase paling kritis karena fungsi ginjal mulai terganggu. Ditandai dengan produksi urine yang berkurang bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Pada kondisi ini pasien memerlukan terapi intensif di rumah sakit,” jelasnya.
Selanjutnya pada fase keempat, pasien mulai memasuki masa pemulihan dan produksi urine kembali meningkat. Namun demikian, komplikasi seperti sesak napas masih dapat terjadi. Sedangkan fase kelima merupakan fase penyembuhan secara bertahap.
Untuk mencegah penularan hantavirus, Dr. Alif mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi kemungkinan berkembangnya sarang tikus di sekitar rumah.
“Sering membersihkan rumah, gudang, dan area yang berpotensi menjadi sarang tikus sangat penting. Selain itu, lubang-lubang rumah harus ditutup, ranting pohon yang terhubung ke rumah dipotong, dan jendela dirapatkan agar tikus tidak mudah masuk,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menemukan bangkai tikus. Menurutnya, bangkai tikus tidak boleh disentuh langsung tanpa perlindungan.
“Gunakan alat bantu atau minimal sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung saat membersihkan bangkai tikus agar virus tidak masuk ke tubuh,” pungkasnya.












