BALANGAN – Harga komoditas porang kembali mengalami kenaikan signifikan setelah sempat terpuruk selama beberapa tahun terakhir sejak 2020 hingga 2023, Sabtu (6/6/2026).
Memasuki tahun 2024 hingga 2026, harga umbi porang di tingkat petani terus merangkak naik mencapai kisaran Rp10.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut membawa angin segar bagi para petani porang yang selama ini tetap bertahan membudidayakan tanaman bernilai ekonomi tinggi.
Selain memiliki nilai jual menjanjikan, porang dikenal sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan serta relatif tahan terhadap berbagai serangan penyakit tanaman.
Tanaman porang juga dapat dikembangkan dengan sistem tumpang sari bersama cabai, tomat, kol, brokoli, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya.
Umur panen umbi porang berkisar tujuh hingga dua belas bulan. Selain umbi, katak atau buah porang juga bernilai tinggi.
Saat ini harga katak porang mencapai Rp100 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram, sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan petani.
Petani porang asal Balangan, Muhammad Rahmadani, mengaku sangat bersyukur dengan melonjaknya harga porang saat ini.
“Menurutnya, hasil panen setiap tahun dapat mencapai sekitar 10 ton dengan nilai penjualan ratusan juta rupiah,” ujarnya.
“Alhamdulillah harga porang sekarang sangat bagus. Kalau hasil panen mencapai 10 ton, tentu sangat membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Umbi porang diketahui memiliki banyak manfaat dan menjadi bahan baku berbagai produk, seperti beras porang, tepung, hingga produk kecantikan.
“Tingginya permintaan pasar dalam dan luar negeri membuat prospek usaha porang dinilai semakin menjanjikan,” pungkasnya.












