Habar Balangan — Kondisi udara di Kabupaten Balangan kembali memburuk di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Konsentrasi partikulat tercatat mencapai 880,7 mikrogram per meter kubik, menjadi angka tertinggi yang terpantau selama musim kemarau tahun ini. Minggu pagi 6/9/2026
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di wilayah Bumi Sanggam masih sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi polutan mengalami perubahan cukup tajam sejak dini hari hingga pagi.
Peningkatan paling signifikan terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Pada waktu tersebut, konsentrasi partikulat mencapai 880,7 mikrogram per meter kubik dan masuk dalam kategori berbahaya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H Rahmi, mengatakan tingginya konsentrasi partikulat menjadi perhatian serius karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.
Menurutnya, angka tersebut bahkan melampaui catatan sebelumnya yang berada di level 794,5 mikrogram per meter kubik.
“Kategori berbahaya memuncak dengan konsentrasi tertinggi mencapai 880,7 mikrogram per meter kubik tepat pada pukul 08.00 Wita. Angka ini merupakan peringatan darurat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Rahmi meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih dipenuhi asap. Warga yang harus keluar rumah juga diminta menggunakan masker dengan tingkat perlindungan tinggi.
“Kami mengimbau dengan sangat agar warga menggunakan masker medis berstandar perlindungan tinggi seperti N95 atau KN95 saat terpaksa keluar rumah. Jaga imunitas tubuh dengan pola hidup sehat, dan yang terpenting adalah hentikan segala aktivitas pembakaran lahan yang menjadi biang keladi bencana ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Selain berpotensi memperluas karhutla, aktivitas tersebut dapat memperparah pencemaran udara yang saat ini sudah berada pada level berbahaya.
Tingginya konsentrasi partikulat menjadi perhatian karena paparan asap dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki masalah pada saluran pernapasan.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan mencatat lebih dari 10 ribu warga mengalami infeksi saluran pernapasan di tengah kondisi kabut asap.
Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera mengurangi paparan asap apabila kondisi udara kembali memburuk. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan karhutla sekaligus mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mencegah munculnya titik api baru.












