Ramai di Medsos, Warga Balangan Serukan Sekolah Diliburkan

Kabut Asap Makin Pekat, Warga Balangan Ramai Minta Sekolah Diliburkan

Habarbalangan.com — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, semakin mengkhawatirkan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap kesehatan anak-anak yang masih mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pada Rabu (16/9/2026), kabut asap dilaporkan tidak hanya terjadi di beberapa kecamatan, tetapi mulai dirasakan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Balangan. Kondisi ini membuat sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mereka melalui media sosial Komentar di Instagram Habarbalangan.

Beragam komentar muncul dari masyarakat yang meminta agar aktivitas pembelajaran di sekolah untuk sementara diliburkan atau dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah secara daring.

Warga menilai, kondisi udara yang dipenuhi asap berpotensi mengganggu kesehatan anak-anak, terlebih mereka harus beraktivitas di luar rumah dan berada di lingkungan sekolah dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik.

Salah seorang warga, Nr. Azizah, melalui kolom komentar media sosial menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi anak-anak yang harus menghirup asap.

“Libur akan haja sekolah, sesak napas aur asap ja terus yang di isap,” ucapnya.

Komentar serupa disampaikan Hasan. Ia meminta agar kegiatan sekolah sementara diliburkan karena kondisi asap dinilai sudah cukup mengganggu pernapasan.

“Libur haja sudah ini, di rumah sudah sesak napas, apalagi di sekolah,” tulisnya di kolom komentar.

Tidak hanya kedua warga tersebut, sejumlah netizen lainnya juga menyuarakan hal serupa. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan pembelajaran dari rumah atau daring sebagai langkah antisipasi selama kondisi kabut asap masih menyelimuti wilayah Balangan.

Kekhawatiran warga terutama berkaitan dengan risiko gangguan kesehatan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, mata perih, sesak napas hingga infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Meski demikian, keputusan mengenai penghentian sementara kegiatan belajar mengajar tentunya perlu mempertimbangkan kondisi kualitas udara, perkembangan kabut asap, serta hasil koordinasi pemerintah daerah dengan instansi terkait.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah yang dianggap paling aman bagi peserta didik, khususnya jika kondisi kabut asap terus memburuk dan berpotensi mengganggu kesehatan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *