Habarbalangan — Ketua DPRD Kabupaten Balangan, Hj Linda Wati, bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Balangan, Hj Sri Huriyati Hadi, menghadiri kegiatan Pameran Kriya Nusa se-Indonesia yang digelar pada 25 hingga 30 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai produk kerajinan unggulan dari daerah di Indonesia, termasuk produk kriya yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kehadiran Ketua DPRD Balangan bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Balangan juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan produk kerajinan daerah agar semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
Ketua DPRD Kabupaten Balangan, Hj Linda Wati, mengatakan Pameran Kriya Nusa menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk melihat perkembangan produk kerajinan dari berbagai wilayah sekaligus membuka peluang untuk memperluas promosi produk lokal.
“Pameran seperti ini sangat penting karena menjadi ruang bagi daerah untuk memperkenalkan produk kerajinan unggulan. Kita berharap produk-produk kriya Balangan juga semakin berkembang, baik dari sisi kualitas, inovasi maupun pemasarannya,” ujarnya, Minggu (27/09/2026).
Menurutnya, pengembangan sektor kriya tidak hanya berkaitan dengan produk kerajinan, tetapi juga menyangkut pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah.
“Kami di DPRD tentu mendukung upaya pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Potensi yang dimiliki para pengrajin perlu terus didorong agar dapat memberikan manfaat dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Balangan, Hj Sri Huriyati Hadi, menyampaikan bahwa keikutsertaan dan kehadiran dalam Pameran Kriya Nusa menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan kerajinan dari berbagai daerah sekaligus menambah wawasan bagi pengembangan kriya di Balangan.
“Ini menjadi kesempatan yang baik untuk melihat berbagai inovasi dan kreativitas para perajin dari seluruh Indonesia. Banyak hal yang bisa dipelajari dan menjadi inspirasi untuk pengembangan produk kriya di Kabupaten Balangan,” katanya.
Ia berharap para pelaku kriya di Balangan dapat terus meningkatkan kreativitas, kualitas dan inovasi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kita ingin produk kriya Balangan tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional. Karena itu, pembinaan, inovasi dan promosi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Pameran Kriya Nusa se-Indonesia yang berlangsung hingga 30 September 2026 tersebut diharapkan menjadi wadah promosi, pertukaran informasi dan pengembangan jejaring bagi pelaku kriya serta Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia.












