Habarbalangan.com – Pemerintah Kabupaten Balangan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu peluang investasi daerah. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah daerah menyiapkan dokumen strategis untuk menawarkan potensi wisata kepada calon investor sekaligus memperkuat perencanaan penanaman modal lima tahun ke depan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) Kawasan Wisata Terpadu Tebing Tinggi dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanaman Modal 2026–2030. Kedua dokumen itu dibahas dalam Ekspose Akhir bersama tim peneliti Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Balangan, Paringin Selatan, Selasa (20/10/2026).
Dokumen IPRO difokuskan pada pengembangan sejumlah destinasi unggulan di Kecamatan Tebing Tinggi, yakni Maranting, Riam Bainggi, dan Ajung. Potensi ketiga lokasi tersebut dikaji secara komprehensif agar dapat disajikan dalam bentuk informasi yang terukur dan menjadi bahan pertimbangan bagi investor yang berminat mengembangkan usaha di sektor pariwisata.
Sementara itu, RAD Penanaman Modal 2026–2030 diarahkan untuk menjadi acuan dalam menetapkan prioritas, kebijakan, serta strategi pengembangan investasi di Kabupaten Balangan. Dengan adanya dokumen tersebut, pelaksanaan penanaman modal diharapkan lebih terarah dan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif serta berkelanjutan.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Balangan, Akhriani, menyampaikan bahwa penyusunan kedua dokumen tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan regulasi, tetapi juga menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi investasi yang dimiliki Balangan.
Menurutnya, potensi pariwisata daerah perlu didukung data dan kajian ilmiah agar informasi yang disampaikan kepada pihak luar memiliki dasar yang kuat.
“Balangan memiliki potensi dari sektor wisata. Jadi, ke depannya kita mempunyai data secara ilmiah untuk menginformasikan kepada pihak luar bahwa kita memiliki potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.
Tim Peneliti Pascasarjana ULM Kalimantan Selatan, Muhammad Rahmattullah, menjelaskan bahwa IPRO disusun untuk memberikan gambaran yang jelas kepada calon investor mengenai peluang dan prospek pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Balangan.
Ia menilai, pengembangan potensi wisata dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan daerah di luar sektor pertambangan. Karena itu, penyusunan dokumen dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan hasil kajian terhadap potensi yang tersedia.
“Terkait dokumen IPRO, ini merupakan penawaran kepada calon investor karena kita memiliki potensi wisata di Kabupaten Balangan sebagai alternatif sumber pendapatan di luar sektor pertambangan. Potensi ini digarap dengan melihat kondisi di lapangan yang juga memiliki potensi besar, kemudian dikaji lebih lanjut untuk menarik investor. Jadi, kita siapkan dokumen IPRO ini,” jelasnya.
Melalui penyusunan IPRO dan RAD Penanaman Modal, DPMPTSP Balangan berharap potensi wisata lokal dapat dipromosikan secara lebih profesional dan menarik minat penanam modal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas peluang ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pariwisata yang memiliki prospek jangka panjang.












