Banjarmasin – Kekhawatiran terhadap maraknya aksi gangster dan kenakalan remaja kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari tokoh agama sekaligus dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Antasari Banjarmasin, Drs. H. Muhammad Idris Syukur, yang menyampaikan imbauan melalui video yang kini beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Idris Syukur mengajak generasi muda untuk menghentikan berbagai bentuk aktivitas negatif seperti tawuran, balap liar, penggunaan senjata tajam, hingga pembentukan kelompok yang berpotensi memicu konflik antar remaja.
Ia menegaskan, perilaku tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan rusak hanya karena terjerumus dalam pergaulan yang salah,” ujarnya.
Sebagai akademisi di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin, ia juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif dalam membina generasi muda. Menurutnya, upaya pencegahan kenakalan remaja tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dibarengi dengan pendidikan karakter yang kuat.
Ia menyoroti peran penting keluarga sebagai garda terdepan dalam membentuk kepribadian anak. Selain itu, lembaga pendidikan dan lingkungan masyarakat juga harus aktif dalam memberikan pengawasan serta pembinaan moral.
“Sinergi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan agar anak-anak kita tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Idris Syukur mengajak para remaja untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti aktivitas keagamaan, olahraga, serta pengembangan keterampilan yang dapat menunjang masa depan.
Video imbauan tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang berharap adanya perhatian serius dari seluruh pihak untuk bersama-sama menekan angka kenakalan remaja di Banjarmasin dan sekitarnya.
Seruan dari tokoh agama dan akademisi ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Dengan langkah preventif dan pendekatan edukatif, diharapkan fenomena aksi gangster dan kenakalan remaja dapat diminimalisir.













