Habarbalangan – Sorak sorai penonton memenuhi Lapangan Marthasura, Paringin, Rabu sore (22/4/2026). Di bawah langit yang mulai meredup, dua tim terbaik—Kecamatan Batumandi dan Kecamatan Lampihong—beradu dalam laga final Bupati Cup 2026, bagian dari Balangan Sport Festival yang memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan.
Sejak peluit awal dibunyikan, tensi pertandingan langsung terasa tinggi. Kedua tim tampil agresif, saling menekan, dan tak memberi ruang bagi lawan. Setiap serangan disambut dengan sorakan, setiap peluang membuat penonton menahan napas.
Di tribun sederhana yang dipadati masyarakat, Wakil Bupati Balangan, H Akhmad Fauzi, turut menyaksikan jalannya laga bersama Ketua GOW Kabupaten Balangan, Hj Yanti Fauzi. Kehadiran mereka menambah semarak pertandingan yang memang telah dinanti banyak warga.
Gol penentu akhirnya datang, mengubah jalannya pertandingan. Batumandi berhasil memecah kebuntuan dan mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor tipis 1-0 cukup untuk mengantar mereka menjadi juara.
Kemenangan ini sekaligus menutup perjalanan panjang turnamen yang diikuti delapan tim dari seluruh kecamatan di Kabupaten Balangan. Selain trofi, Batumandi juga mendapatkan hadiah pembinaan sebesar Rp25 juta.
Namun, euforia kemenangan sempat diwarnai dengan beberapa insiden usai pertandingan. Situasi tersebut membuat pembagian hadiah harus dijadwalkan ulang demi menjaga kondisi tetap kondusif.
Salah satu legenda tim Batumandi, Aswal, berharap turnamen ini tetap berlanjut di masa depan, dengan evaluasi yang lebih matang, terutama dalam aspek keamanan.
“Turnamen seperti ini sangat baik dan harapan kami akan terus berlanjut, tapi perlu pembenahan agar lebih aman bagi semuanya,” ujarnya.
Terlepas dari dinamika yang terjadi, Bupati Cup 2026 tetap menjadi ruang kebersamaan. Di lapangan, persaingan berlangsung ketat. Namun di luar itu, turnamen ini mempertemukan warga dari berbagai kecamatan dalam satu semangat—merayakan olahraga, mempererat silaturahmi, dan menjaga kebersamaan.
Di akhir laga, Batumandi membawa pulang gelar. Tapi lebih dari itu, Bupati Cup kembali menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, melainkan tentang kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat.















