BALANGAN – Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset dan penelitian terkait pamali ekologi masyarakat Dayak Meratus di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. Penelitian tersebut menjadi bagian dari upaya menggali kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara turun- temurun. Minggi 24/5/2026
Peneliti BRIN, Derri Ris Riana, mengatakan tujuan utama penelitian tersebut adalah memetakan kehidupan masyarakat Dayak Meratus, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan melalui aturan adat dan pamali ekologinya.
“Tujuan kami ingin memetakan bagaimana kehidupan Dayak Meratus, khususnya bagaimana mereka melestarikan hutan melalui aturan-aturan adat dan pamali ekologinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penelitian ini merupakan bagian dari ekspedisi Dayak Meratus yang dilakukan di sejumlah wilayah komunitas adat Dayak Meratus. Selama tiga tahun ke depan, tim peneliti akan mengeksplorasi berbagai bentuk pamali ekologi di enam kabupaten yang menjadi kawasan masyarakat Dayak Meratus.
“Kami dari tim Badan Riset dan Inovasi Nasional hadir di Kabupaten Balangan untuk meneliti terkait ekspedisi Dayak Meratus. Khususnya kami akan mengeksplorasi pamali ekologi di wilayah Dayak Meratus di beberapa kabupaten,” jelasnya.
Menurut Derri, Penelitian tersebut juga menjadi bagian dari program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju yang merupakan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui riset ini diharapkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Dayak Meratus dapat terdokumentasikan dengan baik sekaligus menjadi referensi dalam upaya pelestarian lingkungan berbasis budaya adat di Indonesia.












