Habar Balangan – Harga cabe merah kriting (CMK) di tingkat petani Kabupaten Balangan anjlok drastis pada awal Juli 2026.
Kondisi tersebut membuat petani mengaku mengalami kerugian karena harga jual tidak lagi mampu menutupi biaya produksi.
Pada Juni 2026, harga cabe merah kriting masih berkisar Rp40 ribu per kilogram. Memasuki awal Juli, harga mulai turun menjadi Rp35 ribu per kilogram hingga kini hanya sekitar Rp15 ribu per kilogram, Rabu (8/7/2026).
Salah seorang petani di Balangan, Khairullah, mengatakan penurunan harga yang terjadi dalam waktu singkat sangat berdampak terhadap pendapatan petani.
Menurutnya, hasil panen yang seharusnya memberikan keuntungan justru berujung kerugian.
“Awalnya harga masih Rp40 ribu per kilogram. Awal Juli turun menjadi Rp35 ribu dan sekarang tinggal Rp15 ribu per kilogram. Dengan harga seperti ini, kami rugi besar,” ujar Khairullah.
Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari para pengepul, anjloknya harga diduga dipengaruhi masuknya pasokan cabe dari luar daerah sehingga harga cabe produksi petani lokal ikut tertekan.
Khairullah menjelaskan biaya budidaya cabe tidaklah murah. Petani harus mengeluarkan biaya untuk membeli mulsa, pupuk, pestisida, herbisida, fungisida, serta kebutuhan perawatan lainnya hingga masa panen.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya turun tangan saat harga cabai naik. Ketika harga anjlok seperti sekarang, petani juga membutuhkan perhatian dan langkah nyata agar tidak terus merugi,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Balangan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, maupun pemerintah pusat dapat mencari solusi untuk menjaga stabilitas harga hasil pertanian.
Menurutnya, petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sehingga kesejahteraannya juga perlu menjadi perhatian pemerintah.












