Polres Balangan Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Catut Nama Kapolres

Kapolres Balangan Tegaskan Tidak Pernah Meminta Dana Kepada Masyarakat Siapapun

Habar Balangan – Polres Balangan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai modus penipuan online yang mengatasnamakan Kapolres Balangan. Pelaku memanfaatkan identitas pejabat kepolisian untuk meminta transfer dana kepada calon korban melalui nomor telepon tidak resmi.

Kasi Humas Polres Balangan, AKP A Wiyono Djati S.H menegaskan, Kapolres Balangan tidak pernah meminta dana maupun sumbangan dalam bentuk apa pun kepada masyarakat.

“Kapolres Balangan tidak pernah meminta dana atau sumbangan dalam bentuk apa pun. Jika ada yang menghubungi dan meminta uang atas nama Kapolres, dapat dipastikan itu bukan dari kami,” tegas Kasi Humas, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pelaku umumnya mengaku sebagai Kapolres maupun anggota Polres Balangan. Modus yang digunakan yakni menghubungi korban menggunakan nomor pribadi atau nomor yang bukan saluran resmi kepolisian.

Selanjutnya, korban diminta mentransfer uang dengan berbagai alasan. Mulai dari biaya operasional, penanganan penyelidikan, hingga membantu menyelesaikan suatu perkara.

“Jangan mudah percaya dengan permintaan dana atau sumbangan yang mengatasnamakan Kapolres Balangan. Selalu lakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian melalui jalur resmi,” ujarnya.

Wiyono Djati juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mentransfer uang apabila menerima telepon atau pesan yang mencurigakan.

Menurutnya, langkah paling aman adalah memverifikasi terlebih dahulu kepada Polres Balangan.

“Kalau menerima permintaan yang mencurigakan, jangan transfer uang. Segera konfirmasi ke pihak resmi atau laporkan ke kantor polisi terdekat,” katanya.

Selain datang langsung ke kantor polisi, masyarakat juga dapat melaporkan dugaan penipuan melalui layanan pengaduan Polres Balangan di nomor 0821-5854-7337 atau melalui Hotline Polri 110.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu bijak berkomunikasi, serta waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital.

Terutama yang memanfaatkan nama pejabat maupun institusi kepolisian untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum

“Dengan melakukan verifikasi sebelum bertindak, maka potensi masyarakat menjadi korban penipuan dapat ditekan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *