Habarbalangan.com — Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIX tingkat Kabupaten Balangan, jajaran dewan hakim diminta menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan netral.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Balangan sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Balangan, Akhmad Fauzi, saat melantik Dewan Hakim MTQ XIX sekaligus membuka orientasi dewan hakim di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Kamis (1/10/2026).
Menurut Akhmad Fauzi, keberhasilan pelaksanaan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kemampuan para peserta, tetapi juga kualitas penilaian dari dewan hakim. Karena itu, peningkatan kualitas peserta harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas para hakim.
Ia menyebut, Balangan berhasil mempertahankan posisi lima besar dalam MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025 dan 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh LPTQ bersama para pengajar.
“Dewan hakim bukan hanya bertugas menentukan juara, tetapi juga menjadi penjaga dan pengendali mutu. Karena itu, kompetensi, kepekaan dan pemahaman para hakim harus terus diperbarui, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas dan netralitas dalam memberikan penilaian,” ujar Akhmad Fauzi.
Sementara itu, Dewan Hakim MTQ Nasional, K.H. Robert Nasrullah, mengatakan kegiatan orientasi menjadi bagian penting sebelum para hakim menjalankan tugas selama pelaksanaan MTQ.
Menurutnya, orientasi bertujuan menyatukan pemahaman dan persepsi para hakim terhadap berbagai aspek yang menjadi dasar penilaian pada masing-masing cabang.
“Orientasi ini untuk mempersiapkan dewan hakim agar tugas di lapangan berjalan lebih lancar, terutama dalam menyamakan persepsi pada setiap bidang yang dinilai. Dengan begitu, penilaian yang diberikan dapat lebih tepat dan mampu menghasilkan peserta yang benar-benar kompeten berdasarkan penampilannya,” jelasnya.
Ia berharap MTQ XIX yang berlangsung di Kecamatan Juai pada 2–4 Oktober 2026 tidak hanya menjadi ajang mencari peserta terbaik untuk mewakili Balangan ke tingkat provinsi.
Lebih dari itu, pelaksanaan MTQ diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.












