Habarbalangan.com – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Balangan, Alfiannoorrahman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sabtu 24/10/2026
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama dalam menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menekan risiko terjadinya karhutla.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Alfiannoorrahman juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kabut asap, masyarakat diharapkan memantau kualitas udara dan informasi resmi dari instansi terkait. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
“Jangan menunggu sampai kebakaran meluas dan kabut asap semakin pekat baru kita bergerak. Kesadaran, kepedulian, dan tindakan pencegahan sejak dini sangat penting untuk melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Ketua PMII Balangan tersebut turut mendorong pemerintah daerah, aparat terkait, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan wilayah rawan kebakaran, serta respons cepat terhadap laporan titik api dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Ia juga mengajak kalangan mahasiswa dan pemuda agar berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kabut asap, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“PMII Balangan berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Menjaga lingkungan bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi juga demi kesehatan dan keselamatan generasi mendatang,” tutupnya.












