Ratusan Warga Panggung Beramai-Ramai Mencari Ikan dengan cara Tradisional

Ratusan Warga Balangan Ikuti Tradisi Menangkap Ikan di Kali Meraup

Habar Balangan – Ratusan warga memadati kawasan Tabat Besar Kali Meraup di Desa Panggung, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, untuk mengikuti tradisi mencari ikan saat musim kemarau, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Banjar ini berlangsung meriah dan penuh antusias. Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, pemuda hingga orang dewasa, turun langsung ke sungai untuk menangkap ikan dengan berbagai cara tradisional.

Salah seorang warga, Ali, mengatakan tradisi yang dikenal dengan sebutan malunta merupakan cara masyarakat Banjar mencari ikan menggunakan jala di sungai. Selain itu, ada pula metode bagagap iwak, yaitu menangkap ikan dengan tangan kosong, serta menggunakan tangguk atau keranjang untuk menyendok ikan di tepian sungai.

“Tradisi malunta merupakan tradisi masyarakat Banjar untuk mencari ikan dengan cara menjala di sungai. Sedangkan bagagap iwak dilakukan dengan tangan kosong, dan ada juga yang menggunakan tangguk untuk menyendok ikan di samping sungai,” ujarnya.

Menurut Ali, setiap musim kemarau anak Sungai Balangan yang berada di wilayah Kecamatan Paringin Selatan, khususnya di kawasan Tabat Besar Kali Meraup, mengalami penyusutan debit air atau surut. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan yang terkumpul di aliran sungai.

“Setiap musim kemarau air sungai akan surut, sehingga masyarakat memanfaatkan momen ini untuk mencari ikan bersama-sama,” katanya.
Suasana kebersamaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung.

Warga tampak bersemangat menyusuri sungai, menjala, menangguk, hingga menangkap ikan dengan tangan kosong. Selain menjadi sarana mencari ikan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat.

Ali berharap tradisi malunta, bagagap, dan menangguk ikan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Banjar.

“Kami berharap tradisi ini tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar anak cucu kita tetap mengenal cara-cara tradisional menangkap ikan yang menjadi budaya masyarakat Banjar,” harapnya.

Tradisi malunta di Tabat Besar Kali Meraup tidak hanya menjadi aktivitas mencari ikan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan upaya menjaga warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat Balangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *