DPRD Balangan Apresiasi Gerak Cepat BWS Tangani Keluhan Bendung Pitap

DPRD Balangan Apresiasi Gerak Cepat BWS Tindaklanjuti Keluhan Warga Balangan

Habar Balangan – Langkah cepat Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan dampak Bendung Pitap terhadap genangan di sejumlah permukiman mendapat apresiasi dari kalangan DPRD Kabupaten Balangan. Respons tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mencari solusi atas persoalan tata air yang dikeluhkan warga.

Wakil Ketua DPRD Balangan, Saiful Arif, mengatakan inspeksi lapangan yang dilakukan BWS merupakan langkah positif karena menunjukkan adanya komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat BWS Kalimantan III yang langsung turun ke lapangan setelah adanya keluhan dari masyarakat. Ini menunjukkan adanya keseriusan untuk mencari solusi terhadap persoalan tata air di sekitar Bendung Pitap,” ujar Saiful Arif, Minggu (5/7/2026).

Ia juga memberikan apresiasi terhadap upaya BWS yang turut mengawal usulan penanganan banjir kawasan Banua Anam hingga ke pemerintah pusat bersama Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan dan enam kepala daerah.

“Kami berharap langkah yang dilakukan ke tingkat kementerian dapat mempercepat hadirnya dukungan anggaran sehingga penanganan banjir di wilayah Banua Anam, termasuk Balangan, bisa dilakukan secara lebih menyeluruh,” katanya.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Balangan, Syahbuddin, menilai evaluasi terhadap Bendung Pitap perlu diikuti dengan peningkatan infrastruktur pendukung, khususnya saluran dan pintu air agar aliran air tidak terhambat saat debit sungai meningkat.

Menurutnya, minimnya jumlah pintu air di sepanjang jalur dari Desa Muara Jaya hingga wilayah Awayan menjadi salah satu penyebab lambatnya genangan surut di kawasan permukiman.

“Dari Desa Muara Jaya sampai ke Awayan dengan panjang sekitar tiga kilometer hanya terdapat enam titik pintu air. Kondisi ini membuat pembuangan air tidak maksimal sehingga air mudah tertahan,” jelasnya.

Karena itu, Syahbuddin berharap hasil evaluasi yang dilakukan BWS dapat diwujudkan dalam bentuk penambahan pintu air di sejumlah titik.

“Harapan kami, BWS dapat menambah pintu air sehingga saat debit sungai naik, genangan di rumah-rumah warga bisa diminimalkan dan tidak lagi berlangsung lama,” pungkasnya.

Sinergi antara BWS Kalimantan III dan DPRD Balangan diharapkan mampu melahirkan langkah konkret dalam memperbaiki sistem tata air, sehingga persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat ditangani secara lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *