Tari Mesiro Meriahkan Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII

Tari Mesiro Lestarikan Budaya Dayak Deah Lewat Festival Mesiwah Pare Gumboh

Habar Balangan – Tari Mesiro menjadi salah satu tarian tradisional masyarakat adat Dayak Deah di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Tarian ini rutin ditampilkan dalam rangkaian Festival Mesiwah Pare Gumboh sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas hasil panen.

Salah seorang masyarakat Desa Liyu sekaligus penari Tari Mesiro, Pela, mengatakan tarian tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Mesiwah Pare Gumboh yang terus dilestarikan oleh masyarakat adat Dayak Deah dari generasi ke generasi.

Menurutnya, Tari Mesiro memiliki gerakan yang lembut, kompak, dan diiringi alunan musik tradisional khas Dayak Deah. Para penari juga mengenakan pakaian adat lengkap dengan berbagai aksesoris etnik yang mencerminkan identitas dan kekayaan budaya masyarakat Dayak Deah.

“Tarian ini bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga memiliki makna kebersamaan, rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen, serta menjadi simbol pelestarian warisan budaya leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda,” ujar Pela.

Melalui penampilan Tari Mesiro dalam Festival Mesiwah Pare Gumboh, masyarakat Desa Liyu berharap nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal Dayak Deah dapat terus terjaga serta semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *