Habar Balangan – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Paringin Selatan menggelar Sekolah Lapang Dampak Perubahan Iklim (SL-DPI) di Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi sektor pertanian.
Fahri dari BPP Paringin Selatan mengatakan, kegiatan SL-DPI secara khusus bertujuan membantu petani mengenali dampak perubahan iklim terhadap tanaman, sekaligus memahami langkah adaptasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya.
Menurutnya, perubahan pola musim, curah hujan yang tidak menentu, suhu ekstrem, kekeringan hingga banjir dapat memengaruhi pertumbuhan, produktivitas dan kualitas tanaman pangan maupun hortikultura.
“Petani perlu memahami perubahan kondisi iklim dan dampaknya terhadap tanaman, sehingga dapat mengambil langkah yang tepat dalam menentukan waktu tanam maupun teknik budidaya,” ujarnya.
Melalui sekolah lapang tersebut, petani diberikan pemahaman untuk menentukan waktu dan pola tanam yang lebih sesuai dengan kondisi cuaca dan iklim. Hal ini penting agar fase pertumbuhan tanaman tidak bertepatan dengan kondisi ekstrem yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
PPL Batu Piring, Fayshal mengatakan penyesuaian waktu tanam, petani juga didorong menerapkan teknik budidaya yang adaptif. Di antaranya memilih varietas yang lebih toleran terhadap kekeringan, genangan air, suhu panas maupun serangan hama dan penyakit.
“Petani juga dikenalkan dengan teknik konservasi air dan tanah, seperti pembuatan parit, bedengan, penggunaan mulsa serta pengolahan tanah secara minimal untuk menjaga kelembapan dan kesuburan tanah”. Ujarnya
Aspek pengendalian hama dan penyakit turut menjadi perhatian. Kondisi suhu dan kelembapan tertentu dapat memicu peningkatan serangan hama maupun penyakit tanaman. Karena itu, petani didorong melakukan pengamatan secara rutin serta menerapkan pengendalian secara dini, tepat sasaran dan ramah lingkungan.
POPT Ira selaku narsumbernya mengatakan berharap kegiatan tersebut dapat membantu petani mengurangi risiko gagal panen dan penurunan produktivitas akibat kondisi iklim yang semakin tidak menentu.
“Harapannya, petani mampu mengamati, mencatat dan menganalisis kondisi di lapangan, kemudian menjadikannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan budidaya,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, SL-DPI juga mendorong terbangunnya kemandirian petani. Pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada petani lainnya sehingga semakin banyak pelaku usaha tani yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Dengan adanya kegiatan ini, BPP Paringin Selatan mendorong petani untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi pelaku perubahan dalam membangun usaha tani yang lebih tangguh, produktif dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.












