Kemarau Panjang Mengancam, Petani Cabai Tingkatkan Perawatan Tanaman Setiap Hari

Petani Cabai Berjuang Mempertahankan Tanaman di Tengah Kemarau

Habar Balangan — Terik matahari dan minimnya curah hujan membuat petani cabai merah keriting harus bekerja lebih keras menjaga tanaman mereka tetap bertahan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani di tengah musim kemarau, Selasa (25/8/2026).

Salah satunya dialami Armani. Ia harus meningkatkan intensitas penyiraman untuk menjaga tanaman cabai miliknya agar tidak kekurangan air. Tanah yang cepat kering membuat kebutuhan air tanaman menjadi semakin tinggi.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berbuah hasil. Tanaman cabai yang dirawatnya saat ini masih berada pada tahap awal pembungaan dan belum menghasilkan buah secara maksimal.

“Sekarang menyiram itu lebih untuk mempertahankan tanaman supaya tidak mati. Buahnya belum ada, baru bunganya yang mulai muncul,” ujar Armani.

Menurut Armani, musim kemarau membuat proses budidaya cabai menjadi lebih menguras tenaga. Selain persoalan air, tanaman juga harus dijaga dari berbagai serangan hama yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

Ia menyebut hama seperti trips dan kutu kebul menjadi salah satu ancaman bagi tanaman cabai. Serangan hama tersebut dapat merusak daun hingga menyebabkan daun berguguran dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Meski menghadapi berbagai kendala, Armani tetap berupaya merawat tanaman secara rutin. Penyiraman dan pengendalian hama terus dilakukan agar tanaman dapat bertahan hingga memasuki masa produksi.

Bagi Armani, bertani cabai pada musim kemarau bukan hanya tentang mengejar hasil panen, tetapi juga bagaimana menjaga tanaman tetap hidup di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga tanaman yang kini mulai berbunga dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan buah yang nantinya bisa dipanen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *