Habar Balangan — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM), Muhammad Iqbal, mengajak seluruh elemen kampus mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan universitas.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul penyelesaian polemik tunggakan gaji dosen dan tenaga kependidikan UNIVSM, Kabupaten Balangan, yang telah dibayarkan hingga Agustus 2026.
Iqbal berharap berakhirnya polemik tersebut menjadi momentum evaluasi bersama agar persoalan serupa tidak kembali terulang, sekaligus memulihkan suasana akademik sehingga kegiatan perkuliahan dapat berjalan dengan baik.
“Semoga hal ini dapat mengakhiri krisis yang ada dan kita berharap ke depannya kejadian serupa tidak akan terjadi lagi,” katanya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki kepentingan besar terhadap keberlangsungan proses pendidikan di kampus. Karena itu, menjaga kondusivitas lingkungan akademik menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kondusivitas kampus. Mahasiswa tentu berharap proses akademik dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya, dan setiap persoalan yang muncul ke depan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah,” tambahnya.
Iqbal juga berharap persoalan yang telah terjadi dapat menjadi pembelajaran bagi pihak pengelola universitas, tenaga pendidik, maupun mahasiswa untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik ke depannya.
Sementara itu, Rektor UNIVSM, Abdul Hamid, memastikan pembayaran tunggakan gaji dosen dan tenaga kependidikan hingga Agustus 2026 telah dilunasi pada Rabu (30/9/2026).
“Pembayaran sudah lunas dilakukan sampai dengan bulan Agustus, namun ada sebagian di antaranya belum mengambil,” ungkap Hamid kepada awak media, Kamis (1/10/2026).
Hamid menjelaskan, pembayaran gaji September 2026 saat ini masih diproses secara akumulatif, khususnya bagi dosen dan tenaga kependidikan yang sebelumnya belum menerima pembayaran hingga Agustus.
Untuk diketahui , UNIVSM melalui Yayasan Sapta Bakti Pendidikan (YSBP) merupakan salah satu mitra Program Beasiswa 1.000 Sarjana Pemerintah Kabupaten Balangan yang memberikan keringanan biaya pendidikan bagi masyarakat penerima manfaat.
Dalam skema tersebut, mahasiswa penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di UNIVSM tidak diwajibkan membayar biaya kuliah menggunakan dana pribadi terlebih dahulu.
Mekanisme ini berbeda dengan sistem reimburse yang diterapkan sejumlah perguruan tinggi mitra lainnya. Pada skema tersebut, penerima manfaat terlebih dahulu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara mandiri, kemudian memperoleh penggantian setelah dana program dicairkan kepada masing-masing perguruan tinggi.












