Ribuan Guru Meriahkan Jalan Sehat HUT PGRI & HGN 2025

Habarbalangan – Pagi itu, Sabtu (6/12/2025), Ruang Terbuka Hijau Disporapar Balangan tampak berubah menjadi lautan seragam dan senyuman. Ribuan guru dari berbagai sekolah se-Kabupaten Balangan berkumpul untuk mengikuti Jalan Sehat dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2025. Tak hanya sebagai ajang olahraga, kegiatan ini menjadi kesempatan langka bagi para pendidik untuk bertemu, bercengkerama, dan menyegarkan kembali energi kebersamaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Abiji, melepas peserta sebagai tanda dimulainya rute jalan sehat. Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi ruang untuk mempererat hubungan sosial antar-guru yang selama ini dipisahkan oleh kesibukan tugas di sekolah masing-masing.

“Ini wadah memperkuat solidaritas dan silaturahmi. Banyak dari kita jarang bertemu karena rutinitas, lewat kegiatan ini hubungan bisa kembali terjalin,” ungkap Abiji.

Antusias peserta terlihat jelas—bukan hanya dari semangat melangkah, tetapi juga dukungan pemerintah daerah yang menghadirkan puluhan hadiah menarik. Mulai dari sepeda motor, sepeda listrik, hingga kulkas turut menambah energi positif di tengah keramaian pagi itu.

Ketua PGRI Balangan, Musa, mengaku bangga melihat semangat para guru yang hadir. Ia menilai dukungan pemerintah daerah selama ini sangat signifikan dalam meningkatkan motivasi serta kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kami bersyukur dan bangga bertugas di Balangan. Pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pendidikan, termasuk peningkatan kesejahteraan guru,” ujarnya.

Musa berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun, bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai ruang perekat antarpendidik dan wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah.

Jalan sehat pun menjadi lebih dari sekadar olahraga. Ia menjelma menjadi ruang berbagi cerita, tawa, dan semangat baru—sebuah pengingat bahwa guru adalah pondasi yang menjaga nyala pendidikan tetap hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *