Habarbalangan – Hujan belum sepenuhnya reda di Kabupaten Balangan, namun aktivitas pemulihan mulai bergerak. Kamis (8/1/2026), Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turun langsung meninjau dampak banjir bandang yang sempat melumpuhkan sejumlah wilayah, khususnya sektor pendidikan.
Setibanya di Kalimantan Selatan melalui Bandara Banjarmasin, Wapres tanpa jeda melanjutkan perjalanan ke Balangan. Kunjungan ini menjadi penegasan kehadiran negara di tengah masyarakat yang masih bergulat dengan dampak bencana.
Di Balangan, Wapres lebih dulu menerima paparan dari Bupati Balangan, H. Abdul Hadi, terkait kondisi pascabanjir, langkah tanggap darurat, serta kebutuhan lanjutan yang mendesak untuk mempercepat pemulihan. Banjir bandang akibat luapan Sungai Pitap telah memengaruhi ribuan warga dan merusak fasilitas publik, termasuk sekolah.
Peninjauan kemudian berlanjut ke SD Negeri Ju’uh, salah satu sekolah yang terdampak cukup parah. Ruang-ruang kelas terlihat masih dalam tahap pembersihan, sementara sejumlah sarana penunjang pembelajaran seperti laptop, komputer, iPad, hingga smart TV mengalami kerusakan akibat terendam banjir.
Di hadapan guru dan warga sekitar, Wapres menekankan bahwa pemulihan sektor pendidikan tidak boleh tertunda. Menurutnya, kembalinya aktivitas belajar mengajar menjadi indikator penting bangkitnya kehidupan masyarakat pascabanjir.
“Yang paling penting anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman. Fasilitas yang rusak harus segera kita pulihkan,” tegas Wapres.
Selain sekolah, Wapres juga meninjau aliran sungai yang menjadi titik banjir bandang. Ia menyoroti perlunya normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Sungainya perlu dinormalisasi. Ini penting supaya ke depan tidak terjadi banjir bandang lagi,” ujarnya.
Wapres juga meminta pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam masa transisi pascabencana, agar bantuan yang diberikan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Banjir bandang di Kabupaten Balangan sendiri berdampak pada 4.289 kepala keluarga atau sekitar 13.825 jiwa yang tersebar di 34 desa dan enam kecamatan. Selain permukiman warga, ratusan rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
Usai dari Balangan, Wapres melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjar untuk meninjau wilayah lain yang juga terdampak banjir, memastikan proses pemulihan berjalan merata di Kalimantan Selatan.












