Habarbalangan – Pascabanjir dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Balangan tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga menaruh perhatian serius pada kondisi psikologis masyarakat terdampak.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Balangan menggelar kegiatan Pendampingan Psikososial Trauma Healing sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi pascabencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (8/1/2026).
Program ini menyasar warga terdampak, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, yang berpotensi mengalami trauma akibat bencana. Pendampingan psikososial menjadi upaya untuk membantu masyarakat kembali pulih secara mental agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Balangan, Sairil Fajeri, menyampaikan bahwa pemulihan psikologis merupakan bagian penting dalam penanganan pascabencana.
“Pemkab Balangan berkomitmen untuk hadir secara menyeluruh dalam penanganan pascabencana. Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis masyarakat juga menjadi perhatian utama agar mereka bisa pulih dan kembali beraktivitas,” ujar Sairil.
Desa Gunung Batu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu wilayah yang memerlukan pendampingan lanjutan. Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, memperoleh dukungan emosional, serta pendampingan yang bertujuan mengurangi dampak trauma.
Pelaksanaan trauma healing ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara BPBD Balangan dengan GEKRAFS Balangan, KNPI Balangan, INAGA Balangan, serta CV Hayau Barait Bersama.
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan yang optimal, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Balangan berharap pendampingan psikososial ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan, sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan secara menyeluruh dan masyarakat terdampak mampu bangkit kembali.












