Habarbalangan – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan emosi serta menjaga pola hidup yang lebih baik.
Dokter Umum UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Kandang Haji Balangan, dr. Wahyuda Amarta, membagikan tiga kunci utama agar puasa tetap sehat dan bernilai ibadah.
Pertama, menjaga pola makan. Menurutnya, meskipun berpuasa, asupan makanan tetap harus diperhatikan. Makanlah secukupnya dan sewajarnya, baik saat berbuka maupun sahur.
Hindari makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung seperti makanan pedas, asam, dan berlemak berlebihan.
“Puasa bukan berarti saat berbuka kita boleh makan berlebihan. Justru pola makan harus lebih dijaga agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan,” ujarnya, Kamis (26/02/2026)
Kedua, tetap berolahraga dengan penyesuaian. Aktivitas fisik masih boleh dilakukan selama Ramadan, namun intensitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
“Olahraga ringan seperti jalan santai atau peregangan dinilai cukup membantu menjaga kebugaran tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.”tuturnya.
Ketiga, memperkuat ibadah. Ramadan merupakan bulan penuh pahala dan keberkahan. Selain menjaga kesehatan fisik, umat Muslim juga dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah, karena setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat baik akan bernilai ibadah.
Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan tetap menjadi prioritas. Jika kondisi tubuh terganggu atau muncul keluhan serius, masyarakat tidak perlu ragu untuk segera mendapatkan bantuan medis.
“Kesehatan tetap yang utama. Jika ada gangguan yang mengkhawatirkan, segera periksa agar tidak memperparah kondisi,” pesannya.
Dengan menjaga pola makan, menyesuaikan aktivitas fisik, serta memperkuat ibadah, diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan sehat, aman, dan penuh keberkahan.












