Habarbalangan – Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan tampak memadati Masjid Agung Al-Akbar Paringin, Minggu pagi (29/3/2026). Suasana hangat langsung terasa sejak awal kegiatan Halal Bihalal Hai’ah Al-Hasaniyyah ke-36 dimulai. Tidak sekadar pertemuan biasa, momen ini menjadi ajang silaturahmi besar yang mempertemukan alumni, santri, hingga keluarga besar Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) yang ada di Kalimantan Selatan.
Di dalam masjid, lantunan habsyi, tahlil, dan doa menggema khidmat, menciptakan nuansa religius yang menenangkan. Ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalun, mengiringi rangkaian acara yang sarat pesan keagamaan—mengajak jamaah untuk kembali menguatkan iman sekaligus mempererat kecintaan kepada ulama.
Acara ini juga dihadiri berbagai kalangan, mulai dari habaib, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, majelis taklim, hingga unsur Forkopimda dan perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran mereka memperlihatkan kuatnya jejaring keagamaan yang terbangun di Kalimantan Selatan.
Ketua panitia, Habib Zein bin Aqil Syahab, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. Ia menyoroti peran alumni Dalwa di Kabupaten Balangan yang terus aktif mengabdi di tengah masyarakat. Saat ini, sekitar 29 alumni tercatat aktif berdakwah dan mengajar, sementara puluhan lainnya masih menempuh pendidikan.
“Para alumni ini tersebar di berbagai bidang, mulai dari memimpin majelis taklim hingga mengelola pondok pesantren,” ungkapnya.
Dari sisi pemerintah daerah, apresiasi disampaikan atas kepercayaan menjadikan Balangan sebagai tuan rumah. Sambutan Bupati Balangan yang diwakili Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup, H Tamrin, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen keagamaan.
Menurutnya, kontribusi alumni Dalwa sudah sangat dirasakan, terutama dalam bidang dakwah dan kegiatan sosial keagamaan. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Balangan saat ini memberikan beasiswa kepada sekitar 17 pelajar yang menempuh pendidikan di Dalwa.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil pondok pesantren, tausiyah, serta penyerahan cenderamata kepada pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi. Seluruh kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH Muhammad Saubari, berlangsung penuh kekhusyukan.
Lebih dari sekadar seremonial, kegiatan ini menjadi simbol eratnya hubungan antara ulama, masyarakat, dan pemerintah daerah. Harapannya, kebersamaan ini terus terjaga dan mampu menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.















