banner

BPBD Beri Edukasi SPAB di SMPN 3 Halong

banner 120x600
PT Laskar Semesta Alam

Habarbalangan – Suasana SMPN 3 Halong, Senin (21/4/2026), tak seperti biasanya. Pagi itu, para siswa dan guru tidak hanya duduk mendengarkan pelajaran, tetapi juga belajar menghadapi situasi yang mungkin datang tanpa peringatan: bencana.

Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan hadir memberikan edukasi sekaligus simulasi kesiapsiagaan. Sebanyak 98 peserta dari siswa kelas 8 dan 9 serta para guru mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Banner Iklan

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi. Ia menegaskan bahwa SPAB menjadi salah satu program prioritas dalam membangun kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana, khususnya di lingkungan sekolah.

Pada sesi awal, peserta diajak memahami konsep dasar SPAB, mengenali berbagai jenis ancaman bencana, hingga mempelajari manajemen darurat di satuan pendidikan. Tidak berhenti di teori, mereka juga diajak memetakan potensi risiko yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah mereka sendiri.

Masuk ke sesi berikutnya, suasana berubah lebih interaktif. Simulasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) menjadi bagian yang paling menarik perhatian. Beberapa siswa maju ke depan, mencoba langsung cara menggunakan alat tersebut dengan pendampingan tim BPBD. Di sinilah pembelajaran terasa lebih nyata—bukan hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan.

Menurut Jumaidil, tujuan utama kegiatan ini adalah membekali siswa agar mampu bertindak cepat saat kondisi darurat terjadi. Ia berharap, dari kegiatan ini akan lahir kader-kader kebencanaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selain itu, pihak sekolah juga didorong untuk menyusun rencana tanggap darurat, menentukan jalur evakuasi, serta menetapkan titik kumpul sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan.

Kepala SMPN 3 Halong, Agus, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program SPAB memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah.

“Sekarang anak-anak dan guru lebih paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa edukasi kebencanaan tidak akan berhenti di kegiatan ini saja. Sekolah berkomitmen mengintegrasikan materi tersebut ke dalam pembelajaran sehari-hari, sekaligus membangun budaya sadar bencana.

Melalui langkah ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman. Tempat di mana setiap individu siap menghadapi risiko, dan mampu melindungi diri serta orang lain saat keadaan darurat datang.

Dengan target menjadikan sekolah-sekolah di Balangan sebagai Sekolah Aman Bencana pada 2026, kegiatan serupa pun akan terus dilanjutkan ke wilayah lain—membawa satu pesan penting: kesiapsiagaan harus dimulai sejak dini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *