Habarbalangan – Lapangan Marthasura, yang selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga sepak bola di Kabupaten Balangan, kembali jadi sorotan. Bukan karena gemuruh pertandingan, melainkan kondisi lapangan yang dinilai belum sepenuhnya layak saat gelaran Bupati Cup 2026 berlangsung.
Di tengah sengitnya laga, sejumlah keluhan muncul—mulai dari kenyamanan hingga faktor keamanan pemain. Kondisi tersebut menjadi catatan penting, mengingat Marthasura kerap menjadi venue utama event olahraga sepak bola di daerah.
Menanggapi hal itu, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balangan bergerak cepat. Peninjauan pun dilakukan, melibatkan jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Balangan.
Sekretaris Disporapar Balangan, Bambang, memastikan bahwa pembenahan lapangan sudah masuk dalam agenda prioritas.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan bersama pimpinan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi agar perbaikan dapat segera direalisasikan. Tujuannya jelas—menghadirkan lapangan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para atlet.
Sebagai lapangan yang berada di pusat kabupaten, Marthasura diharapkan tidak hanya sekadar berfungsi, tetapi juga memenuhi standar yang lebih baik dibandingkan lapangan di wilayah lain. Harapannya, fasilitas ini mampu menjadi representasi wajah olahraga Balangan.
Lebih jauh, pembenahan ini juga diarahkan agar Marthasura dapat menjadi venue yang mampu menarik event dari luar daerah. Dengan kualitas yang meningkat, peluang menghadirkan kompetisi yang lebih besar pun semakin terbuka.
Bagi para atlet, perbaikan ini tentu menjadi kabar baik. Lapangan yang lebih representatif akan berdampak langsung pada kualitas permainan sekaligus meminimalkan risiko cedera.
Pada akhirnya, pembenahan Marthasura bukan hanya soal memperbaiki fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih baik—yang mendukung prestasi, sekaligus menghadirkan kebanggaan bagi daerah.















