Kelangkaan Pertamax Balangan mulai dirasakan masyarakat sejak satu minggu terakhir ini. Tingginya permintaan terjadi akibat maraknya isu mesin kendaraan brebet atau tersendat saat menggunakan Pertalite, sehingga para pemilik motor dan mobil memilih beralih ke Pertamax.
Banyak warga mengaku enggan menggunakan Pertalite karena khawatir mesin cepat rusak, terutama bagi kendaraan yang sebelumnya terbiasa memakai Pertamax. Kondisi ini membuat sejumlah SPBU di Kabupaten Balangan mengalami peningkatan antrian yang cukup panjang. Selasa 18 November 2025.
Seiring meningkatnya permintaan, pasokan Pertamax di beberapa SPBU mulai tidak mencukupi. Hal ini memicu terjadinya kelangkaan dan membuat antrean semakin membludak.
Warganet pun ramai memberikan pendapat melalui unggahan Instagram Habar Balangan.
Akun @evy.afrily mengatakan bahwa perubahan jenis BBM dapat menyebabkan mesin perlu beradaptasi.
“Sebujurnya bukan perkara pertalitenya tp yg awalnya pertamax ganti pertalite jd mesin harus menyesuaikan…pertamax RON 92 sedangkan pertalite RON 90,jadi krn awalnya high dl langsung k low memang harus penyesuaian…ini menurut pendapat ulun pang lah 🤭,” ujarnya.
Sementara akun @arif_rahmanxyz1 punya pandangan berbeda “padahal pertalite aman aja BBM nya spdmotor ku pakai pertalite aman aman haja, jdi kkawanan tukar pertalite haja lah, jgn kda ingat nukar pertalite haja,” imbuhnya.
Akun @rohlini menyoroti bahwa kelangkaan tidak hanya terjadi di Balangan.
“Pertamak sdh lama di mana2 kosong. Bukancuma di kal sel. Kaltim dan juga kalteng. Semua SPBU pertamax tdk ada (habis) apa penyebabnya. Mau beli partalet antrinya hampir 3 jam. Ini dikarenakan byk nya mobil dan motor para pelangsiran,” pungkasnya.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi penyebab kelangkaan Pertamax. Namun, warga menduga fenomena ini dipicu oleh isu kualitas bahan bakar, hingga terjadi lonjakan permintaan Pertamax, belum lagi aktivitas pelangsiran.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa antrean panjang masih terjadi, terutama pada jam sibuk. Masyarakat berharap pasokan Pertamax segera stabil atau mungkin ditambah agar kebutuhan akan Pertamax bisa tercukupi bagi warga.












