banner

DPRD Balangan Tinjau Bendungan Kali Meraup

banner 120x600
banner 468x60

Habarbalangan – Anggota DPRD Kabupaten Balangan Komisi III, Hafis Ansyari, meninjau langsung kawasan Tabat Besar atau Bendungan Kali Meraup yang berada di Desa Inan Panggung, Kecamatan Paringin Selatan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap potensi kawasan yang dinilai layak dikembangkan menjadi destinasi wisata alam.

Hafis Ansyari menyampaikan harapannya agar pada tahun 2026 kawasan Tabat Besar dapat segera dibenahi dan ditata lebih baik. Menurutnya, kawasan ini tidak hanya memiliki nilai keindahan alam, tetapi juga nilai sejarah dan budaya karena merupakan bagian dari sistem irigasi pedesaan hasil karya para nenek moyang.

Banner Iklan

“Di tahun 2026 ini Tabat Besar atau Bendungan Kali Meraup perlu dibenahi dan dijadikan wisata alam karena merupakan bagian dari irigasi pedesaan hasil karya para nenek moyang, dan Pemkab Balangan siap mengocorkan dana untuk pembenahan Tabat Besar,” ungkap Hafis kepada awak media, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, rencana pembenahan meliputi pembangunan jembatan kecil serta pendopo atau tempat berkumpul masyarakat yang akan dibangun tepat di atas kawasan danau Tabat Besar. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas wisata sekaligus kegiatan masyarakat.

Selain berfungsi sebagai irigasi, Tabat Besar telah lama menjadi pusat kegiatan budaya warga Desa Inan Panggung. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini rutin menjadi lokasi berbagai kegiatan tradisional yang telah membudaya, salah satunya lomba menangkap ikan.

Menurut Hafis, kegiatan tersebut selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan kerap dihadiri langsung oleh bupati, serta diikuti ribuan warga dari berbagai kalangan.

“Beberapa kegiatan telah dilaksanakan dalam beberapa tahun ini yang sudah membudaya bagi masyarakat warga Inan, seperti lomba menangkap ikan yang setiap kegiatannya selalu dihadiri bupati serta ribuan masyarakat,” jelasnya.

Dalam perlombaan tersebut, ratusan peserta terlibat, mulai dari orang dewasa, anak muda, hingga anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka menggunakan alat tangkap tradisional seperti jala atau lunta, hancau, tangguk, halawit, hingga sarakap.

Berbagai jenis ikan rawa dan sungai berhasil diperoleh warga, di antaranya ikan gabus, sapat, sapat siam, pepuyu, kapar, patung, saluang, puyau, baung, sanggiringan, laris, hingga banjir.

Dengan adanya penataan kawasan, Hafis berharap tradisi lomba tangkap ikan dan kegiatan budaya lainnya dapat terus dilestarikan dengan fasilitas yang lebih memadai.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *