JAKARTA, habarbalangan.com – Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengimbau jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Papua Barat beserta Kantor Pertanahan (Kantah) di wilayah tersebut untuk mengoptimalkan penerapan strategi komunikasi (strakom). Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kanwil BPN Provinsi Papua Barat, Rabu (28/01/2026).
Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga (Kabag PMHAL) Biro Humas dan Protokol, Bagas Agung Wibowo, menegaskan bahwa implementasi model PESO (Paid, Earned, Shared, dan Owned Media) menjadi salah satu indikator penilaian indeks strakom bulanan bagi Kanwil dan Kantah.
“Nilai indeks Strakom tertinggi adalah 4, dan kami berharap jajaran di Papua Barat dapat mencapai nilai minimal di atas 2,5,” ujarnya.
Penerapan strategi komunikasi PESO tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1912/SK-HM.02/X/2024 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Strategi Komunikasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Kebijakan ini mengatur panduan komunikasi publik secara terintegrasi dan terukur.
Bagas menjelaskan, paid media dilakukan melalui kerja sama dengan media massa untuk memperluas jangkauan pesan. Earned media berasal dari siaran pers yang diproduksi secara mandiri oleh Kanwil maupun Kantah. Sementara itu, shared media diwujudkan melalui optimalisasi media sosial dengan konten layanan publik yang informatif, seperti persyaratan pemecahan, roya, balik nama, maupun program PTSL. Adapun owned media berupa kanal resmi Kanwil dan Kantah perlu dimaksimalkan sebagai sarana publikasi dan sosialisasi kelembagaan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subbagian Pengaduan Masyarakat, Tegar Gallantry, menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN telah memiliki berbagai kanal pengaduan resmi yang terintegrasi hingga tingkat pusat.
“Tidak perlu lagi membuat inovasi berupa kanal pengaduan baru. Seluruh kanal ini sudah disiapkan dan terintegrasi hingga ke pusat, sehingga setiap aduan dapat dimonitor dan dievaluasi. Jika dioptimalkan, hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja serta indeks pelayanan,” pungkasnya. (Adv)













