Habarbalangan – Langkah penting dalam pembangunan daerah kembali diambil di Kabupaten Balangan. Dalam rapat paripurna yang digelar di Paringin, Selasa (31/3/2026), pemerintah daerah bersama DPRD resmi menyepakati empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang dinilai strategis bagi masa depan daerah.
Ruang sidang DPRD siang itu menjadi saksi bagaimana proses panjang pembahasan regulasi akhirnya mencapai titik temu. Dipimpin Ketua DPRD Balangan, Hj Linda Wati, rapat tersebut juga dihadiri Wakil Bupati H Akhmad Fauzi yang mewakili pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Fauzi menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara legislatif dan eksekutif. Baginya, kesepakatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi hasil dari kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak—mulai dari perangkat daerah, masyarakat, hingga sektor swasta.
Empat Raperda yang disepakati pun menyentuh berbagai aspek penting kehidupan masyarakat. Mulai dari perlindungan anak yatim dan yatim piatu terlantar, pembangunan perkebunan berkelanjutan, pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, hingga penggabungan dua desa di Kecamatan Juai, yakni Wonorejo dan Sumber Rezeki.
Ragam substansi tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan yang dibangun tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Fauzi, proses penyusunan Raperda ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara sepihak. Dibutuhkan partisipasi luas agar setiap kebijakan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, ia menilai tuntasnya pembahasan hingga tahap persetujuan mencerminkan hubungan yang harmonis antara DPRD dan pemerintah daerah. Sinergi inilah yang menjadi fondasi penting dalam memastikan kebijakan yang dihasilkan selaras dengan aspirasi masyarakat Balangan.
Ke depan, pemerintah daerah berharap keempat Raperda tersebut segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dan dapat diimplementasikan secara optimal. Harapannya, regulasi ini tidak hanya menjadi dokumen hukum, tetapi benar-benar memberi dampak nyata—mulai dari pembangunan desa, penataan kota, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menutup rangkaian rapat, terselip harapan agar setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa mendapat bimbingan dan rida dari Allah SWT. Dengan semangat kolaborasi yang terus terjaga, Balangan diharapkan mampu melangkah lebih jauh menuju daerah yang semakin maju dan “Baharat”.












