MATARAM, habarbalangan.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak organisasi keagamaan Islam di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bekerja sama mempercepat sertipikasi tanah wakaf.
Ajakan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan perwakilan ormas Islam di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Jumat (10/04/2026). “Malu kita, rumah kita disertipikatkan, masa rumah Tuhan tidak disertipikatkan,” ujar Nusron.
Ia menegaskan, sertipikasi tanah wakaf penting untuk mencegah konflik, terutama ketika nilai ekonomi tanah meningkat. Tanpa sertipikat, aset keagamaan berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari.
Berdasarkan data ATR/BPN, terdapat sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf di NTB, namun baru sekitar 50 persen yang telah bersertipikat. Kondisi ini menjadi tantangan yang perlu diselesaikan melalui kolaborasi lintas pihak.
Untuk mempercepat target, Nusron mendorong pembentukan tim khusus serta kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program KKN tematik. Ia menargetkan seluruh sertipikasi tanah wakaf di NTB dapat dituntaskan dalam waktu satu tahun. (Adv)













