SMAN 2 Paringin Lepas 103 Siswa

Habarbalangan – Halaman SMAN 2 Paringin, Rabu pagi (6/5/2026), dipenuhi suasana yang tak biasa. Tawa, haru, dan kebanggaan bercampur menjadi satu dalam momen perpisahan siswa kelas XII. Sebanyak 103 siswa resmi dilepas, menandai berakhirnya perjalanan 3 tahun mereka di bangku sekolah menengah atas.

Di bawah langit terbuka, para siswa duduk berdampingan dengan orang tua dan guru. Sebuah momen sederhana, namun sarat makna tentang perpisahan, sekaligus awal dari langkah baru.

Perpisahan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang terakhir bagi sekolah dan pemerintah daerah untuk menitipkan harapan kepada generasi muda.

Melalui perwakilannya, Abiji, Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan bahwa lulusan SMA adalah bagian penting dari masa depan daerah. Ia mengingatkan bahwa setelah meninggalkan sekolah, para siswa akan kembali ke tengah masyarakat dengan peran yang lebih besar.

“Harapannya, mereka bisa terus berkembang dan memiliki arah masa depan yang jelas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, generasi muda hari ini akan menjadi fondasi pembangunan Balangan di masa mendatang.

Salah satu upaya yang terus didorong adalah program beasiswa 1.000 sarjana. Program ini menjadi jembatan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terbebani biaya yang besar.

Pemerintah daerah, kata Abiji, telah membuka akses seluas-luasnya dengan menggandeng puluhan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Syaratnya pun relatif sederhana, cukup menjadi warga Balangan.

“Kesempatan sudah ada, tinggal bagaimana dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala SMAN 2 Paringin, Rasidinurahmad, menyampaikan bahwa minat siswa untuk melanjutkan pendidikan terus meningkat. Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya, lebih dari 90 persen lulusan memilih melanjutkan ke perguruan tinggi.

Angka itu menjadi cerminan bahwa kesadaran akan pentingnya pendidikan semakin tumbuh di kalangan siswa.

“Tentu ini jadi motivasi bagi lulusan tahun ini untuk mengikuti jejak yang sama,” katanya.

Di akhir acara, satu per satu siswa mulai beranjak, meninggalkan kursi yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka. Tidak ada yang benar-benar berakhir, yang ada hanyalah perubahan arah.

Dari halaman sekolah itu, 103 siswa membawa harapan baru. Tentang mimpi yang ingin dicapai, tentang masa depan yang ingin dibangun, dan tentang peran yang kelak mereka ambil untuk daerahnya.

Perpisahan ini pun bukan sekadar melepas, tetapi mengantarkan. Dari masa sekolah menuju dunia yang lebih luas dengan bekal ilmu, harapan, dan kesempatan yang terbuka di depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *