BALANGAN – Umat Buddha di Vihara Dhammaratana melaksanakan tradisi Fangshen dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti umat dengan penuh khidmat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.
Fangshen merupakan tradisi pelepasan makhluk hidup yang dilakukan umat Buddha dengan melepaskan sejumlah hewan, seperti ikan, kura-kura, dan burung ke habitatnya. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk cinta kasih, penghormatan terhadap kehidupan, serta kepedulian terhadap semua makhluk hidup.
Anggota Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia, Romo Mandan, mengatakan kegiatan Fangshen menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Waisak tahun ini. Menurutnya, tradisi tersebut mengandung nilai spiritual yang mendalam bagi umat Buddha.
“Melalui pelepasan makhluk hidup yang dilakukan dengan niat tulus, umat Buddha berharap dapat mengembangkan cinta kasih, memperoleh kesehatan, umur panjang, dan kehidupan yang sejahtera,” ujar Romo Mandan.
Ia menambahkan, Fangshen juga menjadi sarana refleksi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup serta mengurangi sikap kebencian dalam kehidupan sehari-hari.
“Makna yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah memberikan kebebasan kepada makhluk hidup sekaligus mengembangkan rasa cinta kasih dalam bermasyarakat, sehingga kita dapat hidup berdampingan dengan damai dan terbebas dari kebencian,” tambahnya.
Melalui tradisi tersebut, umat Buddha berharap nilai-nilai kedamaian, keharmonisan, dan cinta kasih terus tumbuh di tengah kehidupan bermasyarakat.












