Hari Anak Nasional, Direktur RSUD Balangan Ajak Orang Tua Jaga Kesehatan Anak Sejak Dini

Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Kepedulian Kesehatan Anak Balangan

Habar Balangan – Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di RSUD Datu Kandang Haji Balangan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

Direktur RSUD Datu Kandang Haji Balangan, drg. H. Sudirman, MM, mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Dalam sambutannya pada peringatan Hari Anak Nasional, drg. H. Sudirman mengatakan bahwa Hari Anak Nasional merupakan bentuk penghargaan negara kepada anak-anak Indonesia yang kelak akan menjadi generasi penerus di berbagai bidang.

“Hari Anak Nasional diperingati sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak Indonesia. Anak-anak inilah yang nantinya akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa, menjadi pemimpin, menteri, pejabat pemerintah, maupun berperan di berbagai bidang pembangunan,” ujarnya. Selasa 28/7/2026

Ia menjelaskan, tema Hari Anak Nasional tahun ini mengandung makna bahwa masa depan bangsa dibangun melalui kasih sayang kepada anak, dengan dukungan penuh dari keluarga, lingkungan, serta perhatian terhadap kesehatan fisik dan kesehatan jiwa mereka.

“Dengan kasih sayang kepada anak, kita sedang membangun masa depan. Anak-anak harus mendapatkan perhatian, pendampingan, serta dukungan kesehatan, baik fisik maupun mental, agar mampu meraih cita-cita yang mereka impikan,” katanya.

Kami mengucapkan selamat kepada anak-anak yang sedang dirawat. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan, kembali sehat, dapat beraktivitas seperti sedia kala, dan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para orang tua untuk lebih memperhatikan pola hidup dan pola makan anak, terutama pada usia sekolah hingga remaja. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

“Kesehatan anak harus menjadi perhatian kita bersama. Pola makan dan pola hidup harus dijaga sejak usia dini. Anak usia 5 hingga 16 tahun masih menjadi tanggung jawab penuh orang tua dalam mengawasi asupan makanan dan minuman mereka,” tegasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya kasus gagal ginjal pada anak usia remaja yang diduga berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

“Kita sudah banyak melihat laporan adanya kasus gagal ginjal pada anak usia remaja. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih waspada terhadap kebiasaan konsumsi anak, karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka hingga dewasa,” jelasnya.

Mari kita bersama-sama menjaga dan mendidik anak-anak kita dengan penuh kasih sayang. Mereka adalah aset bangsa yang harus kita lindungi agar tumbuh sehat, cerdas, dan mampu mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *