Buntut Video Nyalon, Pegawai Disporapar Balangan Kena Teguran

Pegawai Disporapar Balangan Ditegur Usai Nyalon Saat Bekerja

BALANGAN – Ulah seorang pegawai perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan memicu sorotan tajam. Lewat sebuah video berdurasi 30 detik, oknum berseragam dinas tersebut terekam santai memotong rambut rekan kerjanya layaknya di salon, tepat di dalam ruang kerja instansi.

Kejadian ini terkonfirmasi berlangsung di Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balangan. Dari rekaman layar yang bocor ke media sosial, terlihat jelas jam dinding menunjuk pukul 10.10 Wita, waktu yang seharusnya digunakan untuk pelayanan operasional pemerintahan.

Merespons kegaduhan tersebut, pihak dinas langsung memanggil oknum bersangkutan. Plt Kepala Disporapar Balangan, Noor Aspariah membenarkan bahwa perempuan dalam video itu adalah pegawai paruh waktu di instansinya yang memang memiliki usaha sampingan sebagai penata rias.

Berdasarkan keterangan saat pemanggilan, pegawai tersebut berdalih sedang latihan agar tidak gugup. Ia merupakan satu dari tiga perwakilan Balangan yang terpilih maju ke tingkat provinsi dalam program Wirausaha Muda Pemula produktif bidang tata rias.

Meski beralasan untuk peningkatan kapasitas, pihak dinas menilai kegiatan tersebut menabrak aturan disiplin karena dilakukan di ruang kantor pada jam sibuk.

“Tentu kami sangat menyayangkan karena yang bersangkutan berimprovisasi di luar batas jam kerja yang telah ditentukan,” tegas Noor Aspariah.

Pihaknya memastikan instansi selalu mendukung pengembangan keterampilan pegawai, namun kedisiplinan di tempat kerja harus tetap menjadi prioritas utama.

“Kami sama sekali tidak melarang pegawai mengembangkan keahlian sampingan, asalkan dilakukan di luar jam dinas seperti malam hari atau akhir pekan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Disporapar Balangan menjatuhkan sanksi berupa teguran dan pembinaan lisan. Langkah ini diambil usai mempertimbangkan kondisi psikologis pegawai yang tertekan lantaran terus mendapat perundungan dari masyarakat.

Menyikapi tekanan publik, oknum pegawai itu akhirnya mengunggah surat pernyataan terbuka di media sosial. Ia membenarkan kejadian tersebut dengan dalih tidak mengganggu pelayanan, sembari memohon warganet berhenti menyebarkan videonya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada instansi atas tindakan kami yang tidak sesuai ketentuan,” tulis pegawai tersebut dalam klarifikasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *