Habar Balangan – Tradisi minum air susu putih pada malam 1 Muharram masih menjadi kebiasaan di sejumlah wilayah Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan.
Salah satu warga, Abdurrahman, warga Desa Bihara Nungka, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, mengatakan bahwa setiap tahun pada malam 1 Muharram, ia bersama keluarganya rutin meminum susu satu gelas masing-masing sambil membaca doa di awal tahun. Senin malam 15/6/2026
“Setiap malam 1 Muharram kami sekeluarga selalu minum susu satu gelas sambil membaca doa untuk menyambut tahun baru Hijriah,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kebiasaan meminum susu tersebut merupakan amalan yang pernah diajarkan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.
“Meminum susu ini juga diajarkan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki,” katanya.
Tradisi ini dikenal sebagai tafa’ulan, yaitu melakukan suatu amalan dengan harapan memperoleh kebaikan dari makna simbolisnya. Dalam hal ini, air susu putih dimaknai sebagai lambang tahun yang suci, tahun yang bersih, serta tahun yang penuh kebaikan.
“Tradisi ini disebut tafa’ulan, yaitu berharap kebaikan dari makna simbolisnya. Susu putih melambangkan tahun yang putih, tahun yang bersih, dan tahun yang penuh keberkahan,” jelasnya.
Dalam riwayat tradisi tersebut, Abuya Al-Maliki disebutkan kerap membagikan air susu putih kepada para santrinya pada malam 1 Muharram sebagai simbol harapan agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan.
Pelaksanaan tradisi ini biasanya dilakukan mulai malam 1 Muharram hingga menjelang pagi hari.












