Cadangan Beras Balangan Capai 117 Ton, Empat Kali Lipat Kebutuhan

Cadangan Pangan Balangan Aman, Stok Beras Capai 117 Ton

Habar Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan memastikan ketersediaan cadangan pangan daerah dalam kondisi aman. Hingga 026, stok cadangan beras pemerintah daerah tercatat mencapai 117 ton atau sekitar empat kali lipat dari kebutuhan yang diproyeksikan sebesar 25,37 ton.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan, Dewi Diniati, mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai situasi darurat maupun gejolak pangan.

“Cadangan beras pemerintah daerah saat ini mencapai 117 ton, sedangkan kebutuhan berdasarkan perhitungan sesuai pedoman Badan Pangan Nasional hanya sekitar 25,37 ton untuk tahun 2026. Artinya, stok yang tersedia sangat aman dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat maupun gejolak harga,”kata Dewi Diniati, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, pengelolaan cadangan pangan tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Balangan Nomor 15 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah. Regulasi itu disusun sebagai landasan dalam menjaga ketersediaan pangan, melindungi petani dari anjloknya harga saat panen, serta menjamin masyarakat tetap memperoleh akses pangan ketika terjadi keadaan darurat.

Menurut Dewi, pemerintah daerah juga menggunakan pedoman Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023 dalam menghitung kebutuhan cadangan beras pemerintah daerah sehingga jumlah stok yang tersedia benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan riil.

“Keberadaan cadangan pangan ini tidak hanya untuk menghadapi bencana alam atau bencana sosial, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap kerawanan pangan serta gejolak harga beras yang dapat berdampak pada masyarakat,”imbuhnya.

Ia menambahkan, cadangan pangan pemerintah dapat disalurkan pada tiga kondisi utama, yakni saat terjadi keadaan darurat seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran permukiman maupun gagal panen, kemudian untuk penanganan kerawanan pangan, serta ketika terjadi kenaikan harga beras yang signifikan hingga berpotensi mengganggu stabilitas pangan masyarakat.

Ketersediaan stok yang jauh melebihi kebutuhan serta didukung payung hukum yang jelas, Pemerintah Kabupaten Balangan optimistis mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang memadai dalam berbagai kondisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *