Habar Balangan – Keberhasilan petani cabai di Desa Halubau, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, menjadi perhatian kelompok tani dari Kabupaten Tapin. Mereka datang untuk melihat langsung teknik budidaya cabai sekaligus menggali pengalaman petani setempat dalam menjaga produktivitas tanaman.
Kegiatan studi tiru tersebut berlangsung pada Selasa (4/8/2026) dan melibatkan kelompok tani bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian sekolah lapang yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Tapin melalui Bidang Penyuluhan. Program tersebut dilaksanakan dalam enam kali pertemuan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, khususnya dalam mengembangkan komoditas cabai.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi Tim Kerja (Timker) Penyuluh Kabupaten, Koordinator BPP dan penyuluh Kecamatan Salam Babaris, serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tapin.
Lokasi pembelajaran berada di lahan milik Supian, salah satu petani binaan BPP Paringin Selatan. Lahan tersebut dipilih karena pengelolaan tanaman cabainya dinilai berhasil, baik dari sisi kesehatan tanaman, produktivitas maupun kualitas hasil panen.
Para peserta tidak hanya melihat kondisi tanaman, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan budidaya yang dilakukan. Mulai dari persiapan dan pengolahan lahan, pemilihan benih, pemupukan, perawatan tanaman, hingga langkah pengendalian hama dan penyakit.
Berbagai persoalan yang umum dihadapi petani cabai juga menjadi bahan diskusi. Peserta bersama penyuluh dan petani setempat bertukar pengalaman mengenai cara menjaga tanaman tetap produktif serta menghadapi perubahan kondisi selama musim tanam.
Koordinator BPP Paringin Selatan, Fahri, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, studi tiru menjadi bukti bahwa pendampingan terhadap petani dapat memberikan dampak positif dan membuka peluang terjadinya pertukaran pengetahuan antarwilayah.
“Kami bangga karena petani binaan BPP Paringin Selatan kini menjadi tempat belajar bagi kelompok tani dari kabupaten lain. Semoga kegiatan seperti ini terus melahirkan petani yang maju, mandiri, dan mampu meningkatkan produksi pertanian,” ujar Fahri.
Sementara itu, Supian menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kelompok tani dari Kabupaten Tapin. Ia menilai berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam mendorong petani untuk terus berkembang.
Menurutnya, hasil budidaya yang baik tidak hanya ditentukan oleh teknik bertani, tetapi juga kemauan untuk belajar, mencoba metode baru serta menjalin komunikasi dengan penyuluh.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman kepada teman-teman petani. Semoga ilmu yang kami sampaikan bermanfaat, dapat diterapkan di daerah masing-masing, dan mampu meningkatkan hasil panen cabai,” kata Supian.
Melalui studi tiru tersebut, pengalaman petani Balangan diharapkan dapat menjadi referensi bagi kelompok tani di Kabupaten Tapin untuk mengembangkan budidaya cabai sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai penghubung pengetahuan dan inovasi, sehingga pengalaman dari satu daerah dapat ditularkan dan dikembangkan oleh petani di wilayah lainnya.










