Harga Sawit Balangan Pulih, Petani Lega Meski Kemarau Melanda

Harga Sawit Mulai Naik, Petani Balangan Bernapas Lebih Lega

Habar Balangan – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Balangan menunjukkan tren positif setelah sebelumnya mengalami penurunan cukup tajam. Kondisi tersebut mulai memberikan angin segar bagi para petani, Rabu (19/8/2026).

Di Kecamatan Awayan, harga TBS saat ini berada di kisaran Rp2.200 hingga Rp2.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup membantu petani setelah dalam beberapa bulan terakhir harga sawit sempat berada di level Rp1.300 hingga Rp1.500 per kilogram.

Salah seorang petani sawit di Awayan, Diki Rahmani, menyebut kondisi harga saat ini relatif stabil. Menurutnya, petani sedikit lebih tenang karena harga tidak kembali mengalami penurunan secara signifikan.

Meski harga membaik, petani masih menghadapi kendala dari sisi produksi. Cuaca panas dan kondisi kemarau membuat proses pemupukan kurang optimal sehingga pertumbuhan dan hasil buah sawit ikut terdampak.

“Musim panas membuat pupuk sulit meresap ke tanah, sehingga produksi buah sedikit menurun dibandingkan saat musim hujan,” ujar Diki.

Kemarau juga membuat tanaman sawit lebih rentan terhadap serangan hama. Sejumlah hama seperti kutu kebul dan ulat menjadi perhatian petani karena berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman serta hasil panen.

Namun, kondisi cuaca kering juga membawa keuntungan bagi proses pengangkutan. Jalan menuju kebun yang sebelumnya mudah berlumpur saat hujan kini lebih mudah dilalui kendaraan pengangkut TBS.

“Sisi enaknya musim kemarau, pengangkutan hasil panen berjalan mulus. Tanah kering sehingga mobil mudah keluar masuk,” katanya.

Petani berharap tren kenaikan harga sawit dapat terus bertahan sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, mereka juga berharap adanya pendampingan dari pemerintah, terutama terkait teknik pemupukan yang tepat serta langkah pengendalian hama selama musim kemarau.

Dengan harga yang mulai membaik dan akses pengangkutan yang lebih mudah, petani sawit berharap produktivitas perkebunan kembali meningkat ketika kondisi cuaca mulai mendukung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *