Habar Balangan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Kandang Haji Balangan menggelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 18–23 Agustus 2026 oleh RSUD Datu Kandang Haji Balangan bekerja sama dengan Medical Service & Training 119 Balangan.
Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan adalah manajemen jalan napas (airway management). Materi ini menjadi bagian penting dalam penanganan pasien gawat darurat, terutama ketika pasien mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang berpotensi menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam tubuh.
Fasilitator pelatihan, Aziz, menjelaskan bahwa peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai teknik membuka dan mempertahankan jalan napas, baik dengan menggunakan alat maupun tanpa alat.
“Manajemen airway itu ada beberapa bagian. Ada yang menggunakan alat, ada juga yang tanpa menggunakan alat. Bahkan ada tindakan tertentu yang memang harus dilakukan oleh dokter,” jelasnya.
Menurutnya, tujuan utama manajemen jalan napas adalah memastikan pasien mendapatkan oksigen yang cukup sehingga kondisi pasien dapat segera distabilkan dan rasa tidak nyaman akibat sesak napas dapat dikurangi.
“Ketika pasien sesak napas datang ke rumah sakit dan mengalami desaturasi, kita harus memberikan oksigen yang cukup. Keterlambatan pemberian oksigen dapat menyebabkan kadar oksigen dalam tubuh menurun dan berisiko menimbulkan kondisi yang lebih serius,” katanya.
Dalam praktiknya, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga melakukan simulasi dan praktik langsung terkait penanganan jalan napas.
Aziz menyebutkan, materi yang diajarkan mencakup penggunaan alat bantu jalan napas, teknik tanpa menggunakan alat, serta persiapan untuk tindakan intubasi.
“Yang saya ajarkan tadi menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat, serta persiapan intubasi. Memang tindakan intubasi pada prinsipnya dilakukan oleh dokter, tetapi dalam kondisi tertentu dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan lain sesuai kewenangan, kompetensi, dan mandat yang diberikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa dalam situasi kegawatdaruratan, kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi faktor penting dalam menyelamatkan pasien. Karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki kemampuan dan kesiapan dalam memberikan pertolongan sesuai kompetensi dan prosedur yang berlaku.
“Dalam kegawatan pasien, tidak ada yang tidak mungkin. Siapa pun tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan kewenangan dapat berperan dalam tindakan penyelamatan pasien sesuai prosedur,” pungkasnya.
Melalui pelatihan BTCLS tersebut, RSUD Datu Kandang Haji Balangan diharapkan mampu terus meningkatkan kesiapan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan, sehingga pelayanan kepada pasien dapat diberikan secara cepat, tepat, dan aman.












