Hujan Deras Landa Balangan, BPBD Sebut Dampak Modifikasi Cuaca

Habarbalangan – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Balangan pada Senin (24/8/2026) menjadi pemandangan yang cukup berbeda di tengah puncak musim kemarau.

Hujan yang turun sejak sore hari disertai angin kencang tersebut terjadi ketika Balangan masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini pun menjadi kabar baik bagi upaya membasahi kembali lahan yang sebelumnya mengering akibat kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menyebut hujan tersebut diduga berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca yang sedang dilakukan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Menurutnya, kondisi tutupan awan di Kalimantan Selatan sendiri masih relatif tipis sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan operasi modifikasi cuaca secara mandiri.

“Memang digencarkan modifikasi cuaca di Kalteng dan Kaltim. Kemungkinan besar karena kita dan Tabalong berbatasan langsung dengan Kaltim, ini merupakan dampak operasi dari sana,” jelas Rahmi.

Datangnya hujan di tengah kemarau menjadi harapan baru bagi BPBD Balangan. Guyuran air diharapkan mampu membasahi kembali lahan yang kering sekaligus menekan potensi kebakaran dan jumlah titik panas di wilayah tersebut.

Rahmi menyebut hingga saat ini tercatat 656 titik panas di wilayah Balangan. Karena itu, hujan yang turun diharapkan dapat menurunkan tensi kebakaran dan membantu proses pendinginan lahan.

“Harapan kita dengan turunnya hujan ini bisa menurunkan tensi titik panas, mendinginkan lahan-lahan kita yang tadinya kering agar basah kembali,” ujarnya.

Meski membawa manfaat bagi kondisi lahan, hujan kali ini juga datang bersama angin kencang. Kondisi tersebut memicu sejumlah kejadian di Kecamatan Halong, termasuk pohon tumbang dan kerusakan pada bagian rumah warga.

Kepala Desa Halong, Ruslani, membenarkan adanya kerusakan akibat terjangan angin. Beberapa pohon dilaporkan tumbang dan mengenai bagian atap serta teras rumah warga.

“Beberapa pohon bertumbangan dan merobohkan atap teras rumah warga. Tim di lapangan masih mendata kerusakan akibat angin kencang,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca yang terjadi secara cepat tetap perlu diwaspadai masyarakat. Hujan yang diharapkan mampu meredakan ancaman Karhutla juga dapat disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan dampak lain.

BPBD Balangan mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama warga yang tinggal di sekitar pohon besar, tiang listrik, maupun bangunan dengan konstruksi yang kurang kokoh.

Masyarakat juga diminta tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan disertai angin kencang. Di tengah kondisi cuaca yang dinamis, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah tanpa pengawasan.

Hujan kali ini memang menjadi angin segar bagi Balangan yang tengah menghadapi musim kemarau. Namun, di balik guyuran air dan angin kencang yang menyertainya, masyarakat tetap dituntut untuk waspada menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *