Dosen Universitas Sapta Mandiri Bekali Peserta Pelatihan BLK Balangan

Dosen Universitas Sapta Mandiri Bekali Peserta BLK Balangan dengan Soft Skill, Hadapi Dunia Kerja

Habarbalangan.com — Peserta Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, mendapat pembekalan soft skill untuk memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja dan peluang usaha.

Pembekalan tersebut disampaikan Dosen Jurusan Manajemen Universitas Sapta Mandiri, Raditia, dalam kegiatan pelatihan di BLK Balangan, Kamis (17/9/2026).

Raditia menjelaskan, keterampilan teknis yang diperoleh peserta perlu didukung kemampuan beradaptasi, bekerja dalam tim, serta menghadapi perubahan yang terjadi di lingkungan kerja.

“Di dunia kerja, kemampuan teknis saja tidak cukup. Peserta juga harus mampu beradaptasi, fleksibel, berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain,” ujar Raditia.

Pada pelatihan otomotif dengan materi Service Sepeda Motor Injeksi, peserta diarahkan untuk tidak hanya menguasai proses teknis perawatan kendaraan. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kerja sama tim, pengaturan waktu, serta kemampuan bekerja lintas bidang.

Menurut Raditia, pola kerja yang fleksibel diperlukan karena pelayanan kepada konsumen memiliki situasi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Karena itu, peserta perlu memiliki kemampuan menyesuaikan diri sekaligus membangun hubungan kerja yang baik.

“Ketika bekerja dalam tim, pendekatan yang humanis juga penting. Kita tidak hanya mengejar pekerjaan selesai, tetapi bagaimana membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan anggota tim,” katanya.

Peserta otomotif juga didorong untuk memiliki pola pikir inovatif, khususnya ketika nantinya membuka atau mengembangkan usaha jasa servis sepeda motor. Inovasi dapat dilakukan melalui variasi produk dan layanan, mulai dari pilihan sparepart, oli hingga jasa perawatan kendaraan.

“Pelayanan harus melihat kebutuhan konsumen. Kepuasan pelanggan menjadi bagian penting, sehingga pelaku usaha harus terus mencari cara agar produk dan layanan yang diberikan semakin baik,” jelasnya.

Sementara itu, pada pelatihan menjahit pakaian, peserta diberikan pembekalan mengenai kesiapan mental, pelaksanaan pekerjaan dan orientasi terhadap hasil. Sikap adaptif dinilai diperlukan agar peserta mampu menghadapi perubahan model, permintaan pelanggan maupun tantangan ketika menjalankan usaha.

Selain kemampuan menjahit, peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas melalui inovasi desain. Pemanfaatan media sosial turut diperkenalkan sebagai sarana promosi untuk memperluas pemasaran produk.

“Jangan hanya berhenti pada kemampuan membuat pakaian. Peserta juga perlu berpikir bagaimana produknya dikenal, dipasarkan dan memiliki nilai tambah melalui inovasi serta pemanfaatan media sosial,” ungkap Raditia.

Melalui pembekalan tersebut, peserta BLK Balangan diharapkan memiliki bekal yang lebih lengkap sebelum memasuki dunia kerja. Keterampilan teknis yang dipadukan dengan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama dan berinovasi diharapkan dapat mendukung peserta menjadi tenaga kerja maupun pelaku usaha yang mampu menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *