PARINGIN. – Yayasan Sapta Bakti Pendidikan (YSBP) menggelar rapat koordinasi dan klarifikasi terkait pemberitaan pelaksanaan Program 1000 Sarjana di Universitas Sapta Mandiri (Univsm), Senin. Langkah ini diambil untuk meluruskan sejumlah informasi di media sosial dan media online yang dinilai tidak sesuai dengan fakta.
Ketua YSBP, Enrico Vadqi Maulana, menyatakan bahwa rakor ini bertujuan memberikan kejelasan publik sekaligus meminta penjelasan langsung dari narasumber pemberitaan, yang merupakan dosen tetap Univsm, Muhammad Rais Arifin.
”Klarifikasi ini perlu dilakukan agar informasi yang beredar dapat dipahami sesuai fakta dan kondisi sebenarnya,” ujar Enrico di Kampus Univsm, Paringin.
Dalam pertemuan tersebut, YSBP membantah tuduhan bahwa Univsm menerima anggaran Program 1000 Sarjana sebesar Rp27 miliar per semester secara utuh. Enrico menjelaskan, dana tersebut merupakan total anggaran Pemkab Balangan yang dibagikan ke beberapa perguruan tinggi peserta program kerja sama tersebut.
Selain isu anggaran, YSBP juga meluruskan tuduhan terkait gaji dosen dan kepemilikan aset kampus. Informasi mengenai penunggakan gaji dosen selama lima bulan dipastikan tidak benar. Sementara itu, aset berupa bangunan dan kendaraan di sekitar kampus terbukti dibeli pada 2023, sebelum Program 1000 Sarjana dimulai pada 2024.
Fasilitas kegiatan belajar mengajar juga dipastikan layak dan memenuhi standar, termasuk penggunaan proyektor senilai Rp1,5 juta, bukan Rp300 ribu seperti yang diberitakan sebelumnya.
Atas kekeliruan tersebut, Muhammad Rais Arifin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui bahwa pernyataan yang disampaikannya kepada wartawan tidak didasari bukti.
”Saya menyampaikan permohonan maaf dengan tulus. Pernyataan saya saat itu tidak memiliki bukti,” kata Rais.
Rektor Univsm, Abdul Hamid, menyambut baik pelaksanaan klarifikasi ini dan mengingatkan seluruh civitas akademika untuk bijak dalam menyampaikan informasi. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara dan surat pernyataan oleh Ketua YSBP dan Muhammad Rais Arifin, disaksikan langsung oleh Rektor Univsm.*












