Habar Balangan – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Balangan Coal menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai aksi nyata yang berfokus pada pemulihan ekosistem dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua agenda utama, yakni penanaman pohon di area reklamasi pascatambang serta dukungan terhadap pelaksanaan BASARUAN (Babarasih Aliran Sungai Balangan) ke-4 yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas, perusahaan, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (17/6/2026) di area reklamasi Balangan Coal.
Ratusan karyawan bersama mitra kerja terlibat dalam kegiatan penanaman berbagai jenis pohon di lahan pascatambang sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan rehabilitasi kawasan yang telah selesai ditambang.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban reklamasi perusahaan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mendukung pengurangan emisi karbon, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mengembalikan fungsi lahan agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Perwakilan Manajemen Balangan Coal mengatakan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, menjadi pengingat pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
“Tema ini bukan sekadar slogan. Kami menerjemahkannya melalui langkah konkret, baik melalui pemulihan lahan pascatambang sebagai tanggung jawab perusahaan maupun dukungan terhadap kegiatan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan di area operasional perusahaan, Balangan Coal juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan BASARUAN ke-4 yang digagas Komunitas Jelajah Balangan (KJB). Kegiatan berlangsung pada 20–21 Juni 2026 dan dipusatkan di kawasan Wisata Balang Bekayuh, Desa Balang, Kecamatan Paringin.
BASARUAN ke-4 menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Balangan. Kegiatan tersebut diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Balangan, DPRD Balangan, Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balangan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balangan, serta sejumlah komunitas peduli lingkungan.
Berbagai aksi pelestarian lingkungan dilakukan selama kegiatan berlangsung, mulai dari penanaman pohon di bantaran sungai, pembersihan sampah yang berpotensi menghambat aliran air, hingga pelepasan bibit ikan air tawar guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Tak hanya aksi lapangan, kegiatan juga diisi dengan edukasi lingkungan. Tim Health, Safety, and Environment (HSE) Balangan Coal memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan langkah-langkah mitigasi risiko lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Balangan Coal berharap kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan dapat terus diperkuat. Perusahaan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga alam demi keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup generasi mendatang.
