Habar Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Sosial bersama Yayasan Anak Yatim Balangan melakukan kunjungan ke LKSA Graha Yatim dan Dhuafa (GRAY) di Kota Banjarbaru, Rabu (24/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi tiru guna mempelajari sistem pengelolaan lembaga serta kurikulum pembinaan anak yatim yang diterapkan di LKSA Graha Yatim dan Dhuafa GRAY.
Ketua Yayasan Anak Yatim Balangan, Habib Muhammad Zacky Alaydrus, mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pola pengasuhan dan manajemen lembaga yang telah berjalan dengan baik di LKSA GRAY.
“Sedikit banyaknya yang dipelajari adalah pola pengasuhan anak di yayasan. Nanti akan dipelajari terlebih dahulu sebagai bahan persiapan,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Balangan dapat segera merealisasikan pemanfaatan Istana Anak Yatim sehingga keberadaannya benar-benar dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yatim di Kabupaten Balangan.
“Harapan saya kepada pimpinan tertinggi Kabupaten Balangan agar segera merealisasikan pemanfaatan Istana Anak Yatim supaya benar-benar bisa menampung anak-anak yatim yang ada di Kabupaten Balangan,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan LKSA Graha Yatim dan Dhuafa GRAY Banjarbaru, Iqra Kalura, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah mulai beroperasi sejak tahun 2019.
Saat ini, LKSA GRAY membina sebanyak 24 anak, terdiri dari 13 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Ia juga menyebutkan bahwa seluruh operasional dan pembinaan di lembaga tersebut didukung melalui dana swadaya masyarakat.
“Untuk pendanaan LKSA Graha Yatim dan Dhuafa GRAY bersumber dari dana swadaya masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Balangan dan Yayasan Anak Yatim Balangan dapat memperoleh referensi yang bermanfaat dalam mengembangkan sistem pengasuhan dan pembinaan anak yatim yang lebih optimal di masa mendatang.












