Habarbalangan – Komitmen memperkuat jaminan kesehatan bagi masyarakat kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Balangan bersama BPJS Kesehatan melalui Forum Komunikasi dan Kemitraan Pemangku Kepentingan Utama Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Benteng Tundakan, Senin (29/6/2026), menjadi ruang menyatukan langkah seluruh pihak dalam meningkatkan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Forum tersebut dihadiri Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi, jajaran BPJS Kesehatan Cabang Barabai, perangkat daerah, fasilitas kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan JKN di Kabupaten Balangan.
Dalam paparannya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Nancy Agitha, menjelaskan sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian agar cakupan Universal Health Coverage (UHC) tetap terjaga. Mulai dari penganggaran peserta nonaktif, potensi pemutusan hubungan kerja, pertumbuhan penduduk, hingga pentingnya kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN.
BPJS Kesehatan juga mendorong optimalisasi integrasi data pemerintah daerah serta dukungan regulasi yang dapat memperluas kepesertaan dan meningkatkan keberlanjutan program jaminan kesehatan.
Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut sebagai momentum memperkuat koordinasi seluruh pihak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kesehatan merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan daerah. Ketika masyarakat sehat, maka roda pembangunan pun akan berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Meski Kabupaten Balangan berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage kategori utama pada 2026, Akhmad Fauzi mengingatkan bahwa pencapaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan di lapangan.
Ia menilai berbagai masukan masyarakat, termasuk hasil Rapat Dengar Pendapat DPRD beberapa waktu lalu, harus dijadikan bahan evaluasi agar pelayanan kesehatan terus mengalami perbaikan.
“RDP itu menjadi cermin bagi kita semua. Ada keluhan, ada catatan, ada harapan dari masyarakat yang harus kita jadikan pijakan perbaikan. Jangan sampai hal yang sama terulang kembali,” katanya.
Menutup kegiatan, Wakil Bupati menegaskan bahwa keberhasilan Program JKN tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Balangan.












