Habar Balangan – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih terjaga kuat di Desa Baruh Panyambaran, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Salah satu tradisi yang terus dilestarikan hingga kini adalah gotong royong mengayu atau menungkih kayu menggunakan kapak, yang digelar untuk membantu warga yang akan mengadakan hajatan maupun kegiatan sosial, Sabtu (25/7/2026).
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Kegiatan mengayu dilakukan untuk menyiapkan kayu bakar yang akan digunakan dalam berbagai keperluan, seperti acara pernikahan, warung amal, kegiatan kematian, maupun acara besar lainnya.
Salah seorang warga, Aji, mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan gotong royong, masyarakat terlebih dahulu diberi pemberitahuan melalui masjid maupun langgar.
“Biasanya sehari sebelum kegiatan diumumkan di masjid atau langgar bahwa besok akan dilaksanakan gotong royong mengayu untuk membantu salah satu warga yang akan mengadakan acara, misalnya pernikahan,” ujarnya.
Keesokan harinya, usai menunaikan Shalat Zuhur, warga mulai berdatangan membawa kapak untuk membelah kayu secara bersama-sama. Selain menyumbangkan tenaga, warga juga turut memberikan bantuan uang sekitar Rp10 ribu kepada tuan rumah sebagai bentuk kepedulian dan untuk meringankan biaya pelaksanaan acara.
Tradisi ini tidak hanya mencerminkan semangat gotong royong, tetapi juga menjadi simbol kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas masyarakat di Desa Baruh Panyambaran. Melalui kebersamaan tersebut, setiap beban yang dihadapi warga terasa lebih ringan karena dipikul bersama.
Masyarakat berharap tradisi gotong royong mengayu ini dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kearifan lokal yang mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah tumbuh sejak dahulu.












