Habar Balangan – Kondisi kabut asap yang mulai menebal dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari Puskesmas Awayan. Sebagai langkah pencegahan, petugas turun langsung ke masyarakat dengan membagikan masker di kawasan Simpang Tiga Pasar Awayan, Senin (1/9/2026).
Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons Puskesmas Awayan terhadap kondisi udara yang belakangan terlihat semakin dipenuhi kabut asap.
Kepala Puskesmas Awayan, dr. Winphy Prasetyo, menyampaikan bahwa dalam kurang lebih tiga hari terakhir pihaknya turut melihat adanya peningkatan kunjungan masyarakat dengan berbagai keluhan pada saluran pernapasan.
Keluhan yang ditemukan di antaranya batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sebagian disertai demam. Saat ini, terdapat pula dua pasien yang menjalani perawatan di ruang rawat inap Puskesmas Awayan dengan keluhan seperti sesak napas, nyeri tenggorokan, demam, serta menurunnya asupan makan dan minum.
Meski demikian, Puskesmas Awayan tidak menyimpulkan bahwa seluruh keluhan tersebut secara langsung disebabkan oleh kabut asap. Namun, kualitas udara yang memburuk akibat asap dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan maupun memperberat keluhan yang sudah dialami masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Melalui Gerakan “Awayan Bernapas”, Puskesmas Awayan berupaya melakukan langkah pencegahan dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.
Masyarakat juga diingatkan untuk memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kondisi tubuh selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Jika mengalami demam, batuk yang semakin berat, sesak napas, kesulitan makan atau minum, maupun kondisi tubuh yang semakin lemah, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Kami mungkin tidak bisa menghentikan kabut asap sendirian, tetapi kita bisa bersama-sama menjaga agar setiap napas masyarakat Awayan tetap terlindungi. Karena bagi kami, setiap napas begitu berharga,” ujar dr. Winphy Prasetyo.












