Habar Balangan – Setelah beberapa waktu dilanda cuaca panas dan kondisi lahan yang mengering, warga Paringin, Kabupaten Balangan, akhirnya kembali merasakan guyuran hujan, Senin (7/9/2026) siang.
Hujan turun sekitar pukul 14.00 WITA dengan intensitas cukup deras. Meski hanya berlangsung sekitar setengah jam, air yang mengguyur kawasan tersebut membuat jalanan hingga lingkungan permukiman warga kembali basah.
Turunnya hujan ini menjadi angin segar bagi Balangan yang tengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, kondisi tanah yang sebelumnya kering membuat potensi munculnya titik api masih cukup tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H Rahmi, menyampaikan bahwa hujan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang diperkuat di wilayah Kalimantan Selatan.
Operasi tersebut dijalankan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyemaian awan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menghadapi kondisi kekeringan sekaligus mengurangi ancaman karhutla.
Rahmi menyebut penguatan operasi sudah berlangsung sejak Sabtu (5/9). Dengan demikian, saat hujan turun di wilayah Balangan pada Senin siang, pelaksanaan OMC telah memasuki hari ketiga.
“Penguatan Operasi Modifikasi Cuaca oleh BMKG dan BNPB di Kalsel ini memang sudah berjalan dalam tiga hari ini, terhitung sejak Sabtu kemarin,” kata Rahmi, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, tambahan curah hujan sangat dibutuhkan untuk membantu membasahi kawasan yang sebelumnya mengalami kekeringan. Selain mengurangi potensi kebakaran, kondisi tersebut diharapkan ikut membantu mengendalikan dampak kabut asap dan menjaga kualitas udara.
Hujan kali ini juga diharapkan memberikan dampak terhadap ratusan titik panas yang terpantau di wilayah Balangan. Lahan yang kembali mendapatkan pasokan air dinilai dapat membantu menurunkan kondisi panas serta mengurangi risiko munculnya api baru.
“Harapan kita dengan turunnya hujan ini bisa menurunkan tensi titik panas, mendinginkan lahan-lahan kita yang tadinya kering agar basah kembali,” tambahnya.
Kendati hujan sudah mengguyur sebagian wilayah, Rahmi meminta masyarakat tidak menganggap ancaman karhutla telah berakhir. Warga tetap diminta menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Termasuk tidak sembarangan membuang puntung rokok serta lebih berhati-hati apabila melakukan pembakaran lahan. Terlebih, kondisi cuaca dan tingkat kekeringan masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.












